WARTADETIK.COM.SUMENEP – Momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah dimaknai sebagai waktu yang tepat untuk melakukan refleksi diri, memperbaiki kualitas perilaku, serta memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Semangat itulah yang disuarakan PGRI Kabupaten Sumenep melalui ucapan dan pesan moral yang disampaikan kepada seluruh guru dan masyarakat pendidikan di Kabupaten Sumenep.

Dalam momentum pergantian tahun Hijriah ini, PGRI Kabupaten Sumenep mengajak seluruh tenaga pendidik untuk menjadikan nilai-nilai hijrah sebagai landasan perubahan menuju pribadi yang lebih baik, profesional, dan mampu menjadi teladan bagi peserta didik maupun masyarakat luas.

Ketua PGRI Kabupaten Sumenep, Dr. Ahmad Hosaini, M.Pd., menegaskan bahwa Tahun Baru Islam bukan sekadar peringatan pergantian kalender, melainkan momentum spiritual untuk memperkuat integritas dan karakter seorang guru.

“Tahun Baru Islam 1448 Hijriah harus menjadi titik awal lahirnya semangat baru bagi seluruh pendidik. Guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga membangun peradaban melalui keteladanan, akhlak, dan dedikasi yang tulus kepada generasi bangsa,” ujar Ahmad Hosaini dalam keterangan tertulis, Selasa (16/06/2026).

Menurutnya, tantangan dunia pendidikan saat ini menuntut guru untuk terus bertransformasi, baik dalam pola pikir, sikap, maupun kompetensi profesional agar mampu menjawab kebutuhan zaman yang terus berkembang.

“Hijrah yang sesungguhnya adalah perubahan menuju kualitas diri yang lebih baik. Karena itu, mari kita tinggalkan perilaku yang tidak mendidik dan menggantinya dengan budaya kerja yang produktif, inspiratif, serta berorientasi pada kemajuan pendidikan,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris PGRI Kabupaten Sumenep, Syamsuri, S.H., S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa nilai-nilai Hijriah memiliki makna mendalam bagi dunia pendidikan, terutama dalam membangun karakter pendidik yang berintegritas dan berwibawa.

“Momentum 1 Muharram 1448 H hendaknya menjadi sarana introspeksi bagi seluruh guru untuk memperkuat komitmen moral dan profesionalisme. Guru adalah figur yang digugu dan ditiru, sehingga setiap perilaku harus mencerminkan nilai-nilai pendidikan yang luhur,” ungkap Syamsuri.

Ia juga mengajak seluruh anggota PGRI dan insan pendidikan untuk menjadikan Tahun Baru Islam sebagai awal kebangkitan semangat pengabdian demi mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing.

“Mari kita jadikan semangat hijrah sebagai energi perubahan. Dari perilaku yang kurang mendidik menuju perilaku terpuji, dari kebiasaan biasa menuju prestasi luar biasa, serta dari sekadar mengajar menjadi pendidik yang mampu menginspirasi dan mencetak generasi emas Indonesia,” katanya.

PGRI Kabupaten Sumenep berharap peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi gerakan moral untuk membangun budaya pendidikan yang lebih baik. Dengan semangat hijrah, para guru diharapkan mampu menjadi teladan yang baik, memperkuat karakter peserta didik, dan berkontribusi nyata dalam menciptakan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia yang maju.