Ditulis Oleh: Mustafa Al Aidid.,CFLE
Garudahitam.co
Di negeri ini, kebenaran kerap berposisi layaknya tamu asing.
Ia memang hadir di tengah ruang dan waktu, namun jarang disambut dengan tangan terbuka.
Ia diketahui keberadaannya oleh banyak pihak, tetapi hanya sedikit yang memiliki keberanian untuk mengucapkannya secara lantang dan terus terang.
Sebaliknya, hal yang lebih sering dipelihara, dijaga, dan dikembangkan adalah kenyamanan semu, pencitraan diri, serta kepentingan untuk senantiasa tampil bersih dan berkilau di mata publik, terlepas dari apa yang sebenarnya terjadi di balik layar.
Kita kini hidup di era di mana penampilan luar dinilai jauh lebih penting daripada kenyataan yang sesungguhnya. Gambar yang tertangkap kamera lebih dipercaya dibandingkan kondisi nyata di lapangan.
Rangkaian kata-kata manis dan janji indah jauh lebih mudah diterima masyarakat dibandingkan kritik yang jujur namun menyakitkan. Akibat pola pikir ini, ruang publik perlahan berubah fungsi menjadi sebuah panggung pertunjukan besar.
Di atas panggung itu, seolah semua orang sedang berlomba-lomba menampilkan diri sebagai sosok yang baik, sosok yang peduli, dan sosok yang bekerja keras, padahal kenyataan yang terjadi tidak selalu seindah apa yang ditampilkan.
Setiap hari, mata masyarakat disuguhi rangkaian pertunjukan yang dikemas nyaris sempurna. Halaman media sosial penuh dengan dokumentasi foto kunjungan kerja ke pelosok daerah.
Layar kaca berulang kali memutar video penyaluran bantuan sosial yang tampak merata dan berlimpah. Mimbar-mimbar orasi bergema dengan pidato berapi-api tentang keberpihakan penuh kepada nasib rakyat.
Namun, di balik segala kemegahan dan kemeriahan pertunjukan tersebut, wajah rakyat kecil masih terus berjuang keras mengarungi hidup yang berat. Di tengah gemuruh janji, harga kebutuhan pokok terus merangkak naik tanpa henti.
Di sela-sela laporan kemajuan, lapangan pekerjaan makin sulit dijangkau. Dan di balik janji pelayanan prima, akses masyarakat terhadap layanan publik masih sering terasa lamban, berbelit, dan jauh dari harapan.
Seolah-olah, negeri ini terlalu sibuk mengilapkan wajahnya agar terlihat indah, hingga lupa merawat isinya yang perlahan merapuh.
Penulis Ini Adalah Ketua Harian Lembaga Swadaya Masyarakat Garuda Hitam Sekaligus Direktur Utama Media Garudahitam.co






