WARTADETIK.COM.SUMENEP – Kehadiran pemerintah tidak selalu ditandai dengan seremoni besar atau ruang pertemuan yang ramai. Di Desa Jambuir, Kecamatan Gayam, kepedulian itu justru hadir dalam langkah sederhana: mendatangi rumah-rumah warga penyandang disabilitas untuk menyerahkan bantuan yang menjadi hak mereka.
Pemerintah Desa Jambuir menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Triwulan II Tahun 2026 kepada penyandang disabilitas dengan metode jemput bola. Penyaluran dilakukan langsung ke rumah penerima manfaat agar mereka tidak perlu menempuh perjalanan yang dapat menyulitkan akibat keterbatasan mobilitas yang dimiliki.
Kegiatan tersebut disaksikan oleh unsur Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Gayam dan didampingi Kasi Tata Pemerintahan Kecamatan Gayam, Nanang Aris Susanto, S.E., bersama perangkat desa dan pihak BPRS.
Dalam kegiatan itu, Pemerintah Desa Jambuir menjadi pihak yang menyerahkan bantuan secara langsung kepada para penerima manfaat, sementara jajaran Kecamatan Gayam hadir untuk melakukan pendampingan dan memastikan proses penyaluran berjalan dengan baik serta tepat sasaran.
Camat Gayam diwakili Kasi Tata Pemerintahan Kecamatan Gayam, Nanang Aris Susanto, S.E., mengatakan bahwa langkah jemput bola merupakan bentuk pelayanan yang mengedepankan kepedulian terhadap kondisi masyarakat.
“Kami mengapresiasi Pemerintah Desa Jambuir yang memilih mendatangi langsung rumah penerima manfaat. Bagi penyandang disabilitas, cara seperti ini tentu lebih memudahkan dan memastikan bantuan dapat diterima tanpa kendala,” kata Nanang kepada media ini usai kegiatan, Jum’at (19/06/2026).
Menurut Nanang, program bantuan sosial akan memiliki makna lebih ketika pelaksanaannya disertai empati dan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat.
“Tujuan utama bantuan ini adalah membantu masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, proses penyalurannya juga harus mempertimbangkan aspek kemanusiaan agar penerima manfaat merasa dihargai dan mendapatkan pelayanan yang layak,” ujarnya.
Sementara itu, secara terpisah Plt Camat Gayam, Roby Firmansyah Wijaya, menilai bahwa langkah yang dilakukan Pemerintah Desa Jambuir merupakan contoh nyata pelayanan publik yang berpihak kepada masyarakat.
“Pemerintah desa telah menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada warga. Ketika ada masyarakat yang memiliki keterbatasan untuk hadir ke lokasi penyaluran, maka pendekatan yang paling tepat adalah mendatangi mereka secara langsung,” tutur Roby.
Ia menambahkan bahwa pelayanan yang baik bukan hanya soal menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan masyarakat dapat mengakses pelayanan tersebut dengan mudah dan bermartabat.
“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi para penerima dan keluarganya. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bukti bahwa pemerintah hadir dan peduli terhadap seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas yang membutuhkan perhatian khusus,” ungkapnya.
Penyaluran BLT Dana Desa Triwulan II di Desa Jambuir menjadi potret bagaimana kolaborasi antara pemerintah desa dan pemerintah kecamatan dapat menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat. Di balik setiap bantuan yang diserahkan, tersimpan pesan bahwa tidak ada warga yang boleh merasa terabaikan.
Karena bagi masyarakat yang hidup dengan berbagai keterbatasan, kehadiran pemerintah yang datang langsung ke depan pintu rumah bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga membawa rasa dihargai, diperhatikan, dan diingat sebagai bagian penting dari pembangunan desa.







