WARTADETIK.COM.SUMENEP – Di tengah gelombang kekhawatiran akan ketersediaan pangan yang kerap dibahas sekadar di atas kertas, satu kabar segar datang dari Tanah Garam. Yonif TP 931/Ksatria Jokotole membuktikan: ketahanan pangan bukan janji manis, melainkan kerja keras yang dituai dan dibagikan sepenuh hati kepada saudara sebangsa.

Apa yang dulunya hanyalah hamparan tanah yang kurang terurus, kini berubah menjadi hamparan hijau penghidupan. Melalui Kompi Pertanian yang digagas penuh semangat, para prajurit turun langsung mencangkul, merawat, hingga akhirnya memanen hasil jerih payah bersama hari ini. Bukan disimpan sendiri, seluruh hasil terbaik diserahkan secara tulus kepada masyarakat yang membutuhkan di sekitar wilayah satuan.

Kegemilangan ini bukan semata soal berapa banyak yang dipanen. Ini adalah bukti hidup bahwa TNI Angkatan Darat tidak hanya hadir saat bahaya mengancam. Prajurit tetap tegak di garis depan, kini membawa cangkul dan benih untuk menjamin kehidupan rakyatnya tetap terjaga.

Danyonif TP 931/Ksatria Jokotole, Mayor Inf. Aditya Danang, menyampaikan bahwa langkah ini lahir dari kesadaran mendalam akan arti pengabdian yang sesungguhnya.

“Bagi kami, menjaga kedaulatan tidak hanya lewat senjata di tangan. Menjamin setiap meja makan rakyat terisi dengan layak, itu juga bagian mutlak dari tugas mempertahankan negara. Ketahanan pangan adalah benteng terkuat kita.” kata Danyonif Mayor Inf Aditya Danang di sela-sela kegiatan, Rabu (22/07/2026).

Ia melanjutkan, keberhasilan ini sama sekali bukan pencapaian satu pihak saja, melainkan buah dari semangat persaudaraan yang terus dirawat.

“Lahan ini kami kelola bukan atas nama satuan semata, melainkan milik kita semua. Ketika hasilnya kami bagikan hari ini, itu adalah wujud nyata bahwa TNI dan rakyat adalah satu tubuh yang tak terpisahkan, saling menguatkan dalam suka maupun duka.” ujarnya.

Lebih lanjut Mayor Inf. Aditya Danang menegaskan bahwa inisiasi ini tidak akan berhenti sampai di sini. Pintu selalu terbuka lebar untuk bersinergi dengan siapa saja demi kebaikan bersama.

“Kami tidak berniat berhenti di titik ini. Kompi Pertanian akan terus diperluas dan ditingkatkan mutunya. Semoga langkah kecil ini bisa menjadi cahaya yang menerangi jalan menuju kemandirian pangan yang kokoh bagi seluruh masyarakat Madura pada umumnya, dan Sumenep khususnya.” tegas Mayor Inf Aditya Danang.

Penyerahan hasil panen berlangsung penuh haru dan kehangatan. Rasa syukur terpancar jelas dari raut wajah warga yang datang menerima bantuan tersebut. Bagi mereka, ini lebih dari sekadar kebutuhan pangan terpenuhi ini adalah jaminan bahwa mereka tidak pernah berjalan sendirian menghadapi tantangan zaman.

Lewat karya nyata ini, Yonif TP 931/Ksatria Jokotole menorehkan satu kisah indah lagi: kekuatan bangsa tidak hanya terukur dari teknologi canggih atau kekayaan melimpah, melainkan dari kepedulian tulus dan kerja sama erat antara seluruh elemen, demi satu tujuan luhur: rakyat yang makmur dan negara yang tangguh.