WARTADETIK.COM.SUMENEP – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Sumenep terus mendorong peningkatan daya saing dunia usaha melalui penguatan produktivitas tenaga kerja. Langkah itu diwujudkan lewat kegiatan Sosialisasi Penerapan Alat, Teknik, dan Metode Peningkatan Produktivitas di Perusahaan Kabupaten Sumenep Tahun 2026 yang digelar di Hotel C1 Sumenep, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh 25 perusahaan kecil dari berbagai sektor usaha tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menciptakan sumber daya manusia yang lebih kompeten, produktif, dan siap menghadapi tantangan dunia usaha yang terus berkembang.
Sosialisasi ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sumenep, Drs. Mustangin, M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa produktivitas menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan perusahaan sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
“Perusahaan yang produktif akan lebih mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan. Karena itu, peningkatan produktivitas harus menjadi budaya kerja yang diterapkan secara berkelanjutan,” ujar Mustangin.
Menurutnya, peningkatan produktivitas tidak hanya berdampak pada keuntungan perusahaan, tetapi juga membuka kesempatan kerja yang lebih luas serta meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan dari narasumber UPT Balai Latihan Pengembangan Produktivitas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur mengenai berbagai strategi peningkatan produktivitas, mulai dari optimalisasi sumber daya perusahaan, peningkatan kualitas hasil kerja, penguatan budaya kolaborasi, hingga inovasi berkelanjutan.
Sementara dalam laporannya, Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, dan Hubungan Industrial Disnaker Kabupaten Sumenep, Eko Ferryanto, SE., MM., mengatakan bahwa produktivitas merupakan kunci utama bagi perusahaan untuk memperluas peluang usaha dan meningkatkan daya saing.
“Melalui kegiatan ini kami ingin membangun kesadaran pelaku usaha bahwa produktivitas bukan hanya soal meningkatkan jumlah produksi, tetapi bagaimana menghasilkan kualitas yang lebih baik melalui pengelolaan sumber daya yang efektif dan efisien,” kata Eko.
Ia menjelaskan, perusahaan yang mampu menerapkan prinsip-prinsip produktivitas akan memiliki kemampuan lebih baik dalam menghadapi perubahan pasar dan tuntutan konsumen yang semakin dinamis.
“Ketika produktivitas meningkat, peluang usaha akan semakin terbuka. Kualitas produk menjadi lebih baik, kepercayaan pelanggan meningkat, dan perusahaan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang,” ujarnya.
Eko menambahkan, salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah membantu perusahaan memahami hubungan antara input dan output dalam proses produksi. Dengan pemahaman tersebut, perusahaan dapat mengoptimalkan penggunaan tenaga kerja, bahan baku, maupun modal usaha untuk menghasilkan nilai tambah yang lebih besar.
Selain itu, peserta juga dibekali strategi untuk mengurangi tingkat kesalahan kerja yang selama ini kerap menjadi penyebab menurunnya kualitas produk dan efisiensi perusahaan.
“Kami berharap peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan ini di lingkungan kerja masing-masing. Dengan begitu, perusahaan mampu meningkatkan efisiensi, menekan kesalahan kerja, dan menghasilkan produk maupun layanan yang lebih berkualitas,” ungkap Eko sapaannya.
Tidak hanya berfokus pada aspek teknis, sosialisasi ini juga menyoroti pentingnya membangun budaya kolaborasi di lingkungan kerja. Lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan harmonis dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung peningkatan produktivitas.
Menurut Eko, perusahaan yang memiliki budaya kerja kolaboratif cenderung lebih cepat beradaptasi terhadap perubahan dan mampu menciptakan inovasi secara berkelanjutan.
“Produktivitas tidak bisa dibangun oleh satu orang saja. Dibutuhkan kerja sama antara manajemen dan seluruh tenaga kerja agar tercipta lingkungan kerja yang sehat, inovatif, dan mampu menghadapi tantangan dunia usaha ke depan,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Disnaker Sumenep berharap perusahaan-perusahaan kecil di daerah dapat terus berkembang, meningkatkan kualitas produk dan layanan, memperluas peluang usaha, serta menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak bagi masyarakat.
Pada akhirnya, peningkatan produktivitas di tingkat perusahaan diharapkan tidak hanya berdampak pada pertumbuhan usaha, tetapi juga menjadi motor penggerak perekonomian daerah yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumenep secara berkelanjutan.







