Pasaman barat, Wartadetik.com – Pemerintah daerah resmi memulai proyek pembangunan Jalan Simpang Sayur–Sikabau, dengan total alokasi anggaran mencapai Rp 21 miliar. Pengerjaan proyek infrastruktur tersebut diawali dengan penggalian, dan penimbunan bahu jalan pada titik koordinat 900 meter dari persimpangan. (15/9/2026) Provinsi Sumatra Barat.
Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), proyek senilai Rp 21 miliar tersebut telah memasuki babak baru.
Proyek penataan bahu jalan sepanjang 500 meter di Simpang Sayur, Nagari Koto Gunung telah memasuki tahap penggalian dan penimbunan.
Kegiatan tersebut menandai dimulainya proyek pengerjaan jalan dari Simpang Sayur menuju Nagari Koto Sawah Ujung Gading Kecamatan Lembah Melintang.
Saat dikonfirmasi, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pasbar, Bambang Sumarsono menyatakan, bahwa pengerjaan proyek rehabilitasi dan rekonstruksi jalan Simpang Sayur–Sikabau.
Akan dimulai dari titik nol, yaitu 900 meter dari Simpang Sayur sampai ujung aspal SMAN 2 Lembah Melintang Nagari Koto Sawah.
“Titik nol rencana dari ujung aspal Simpang SMAN 02 ke arah Simpang Sayur, ditarik Empat kilometer, lebih kurang 900 meter dari Simpang Sayur, Pak,” ujar Bambang saat memberikan keterangan, Senin (14/9).
Proyek yang dimenangi oleh PT Aura Mandiri Sejahtera (AMS) tersebut, mencakup anggaran fantastis yang akan mengarah pada penambalan jalan berlubang, perbaikan jalan rusak, dan pembersihan bahu jalan.
Selain pengaspalan, proyek tersebut juga difokuskan pada perbaikan jembatan serta pelebaran jalan rabat beton di wilayah Sikabau, Nagari Ranah Koto Tinggi.
“Dari koto sawah ke koto Gunung akan dilakukan penambalan jalan berlubang, perbaikan jalan rusak, dan pembersihan bahu jalan. Namun, saat ini kegiatan tersebut masih dalam tahap perencanaan,” ujar Bambang.
“Perbaikan jembatan akan dikerjakan tahun ini, serta rencana penambahan dan pelebaran rabat beton juga dilakukan tahun ini,” tegas Bambang.
Bambang juga menambahkan bahwa rehabilitasi jalan akan dikerjakan, mulai dari struktur pondasi, perbaikan bahu jalan yang sudah rusak, dan tetap merencanakan peching jalan yang berlobang .
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada Senin (14/9) sore, pengerjaan penimbunan bahu jalan tengah berjalan dengan melibatkan para pekerja dan satu unit alat berat (ekskavator).
Menurut salah satu warga setempat, titik koordinat pengerjaan proyek dilakukan hanya berkisar sepuluh meter dari simpang sayur, bukan 900 meter seperti info yang beredar.
“Penggalian dan penimbunan bahu jalan dikerjakan di pangkal, berkisar sepuluh meter dari simpang sayur, bukan sembilan ratus meter” jelas (A.R).
Namun saat dimintai tanggapan pada Senin (14/9), Bambang kembali menegaskan, bahwa titik nol koordinat proyek rehabilitasi, dan rekonstruksi jalan Simpang Sayur–Sikabau.
akan direncanakan, mulai dari ujung aspal SMAN 2 Lembah Melintang ke arah Simpang Sayur, atau sekitar 900 meter dari Simpang Sayur.
(MDN)







