WARTADETIK.COM.SUMENEP – Masalah sampah di wilayah kepulauan kerap jadi momok yang menakutkan. Namun, di tangan para ahli, tumpukan limbah ini justru bakal disulap menjadi pundi-pundi rupiah yang menggiurkan.
Inilah komitmen besar yang dibawa oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur bersama DLH Kabupaten Sumenep saat menggelar kunjungan dinas ke Desa Berakas, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep.
Bukan sekadar kunjungan biasa, tim gabungan yang dikawal ketat oleh aparat TNI, Polri, Camat Raas, hingga Kepala Desa Berakas langsung blusukan menyusuri wilayah pesisir pantai. Misi mereka satu: memetakan potensi daur ulang demi menerapkan prinsip ekonomi sirkular di pulau tersebut.
Lewat pendampingan teknis dari DLH Jatim dan Sumenep, Desa Berakas kini dibidik menjadi pelopor pengelolaan sampah mandiri di kawasan Kepulauan Raas.
Konsep ekonomi sirkular dipasang sebagai senjata utama agar warga tidak lagi membuang sampah sembarangan, melainkan mengolahnya menjadi produk bernilai jual tinggi.
Kepala Desa Berakas, H. Samsul, menyambut hangat gebrakan ini. Menurutnya, edukasi seperti inilah yang selama ini dinanti oleh masyarakat pulau agar bisa lebih produktif.
”Kami tidak ingin lagi melihat sampah sebagai masalah yang mengotori pulau kami. Melalui program ekonomi sirkular ini, kami optimistis masyarakat Desa Berakas bisa mandiri secara finansial dengan mengubah limbah menjadi berkah yang bernilai ekonomi tinggi,” kata H. Samsul saat dikonfirmasi.
Selain urusan isi dompet warga lewat kelola sampah, potensi alam Desa Berakas yang eksotis juga menjadi perhatian serius.
Dengan pasir putih dan panorama khas pulau, desa ini punya modal kuat untuk melesat menjadi destinasi ekowisata unggulan.
Namun, keindahan tersebut terancam sirna jika pesisir pantai tidak diproteksi dari abrasi.
Menyadari hal itu, H. Samsul langsung melayangkan “surat cinta” berupa harapan kepada pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten agar ikut turun tangan menjaga alam Raas.
”Desa Berakas ini adalah mutiara tersembunyi yang punya potensi wisata luar biasa. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan dukungan penuh dari pemerintah pusat maupun daerah untuk merealisasikan penanaman mangrove secara masif di sepanjang pesisir. Ini adalah investasi masa depan demi menjaga kelestarian alam yang berkelanjutan,” tegasnya.
Jika proyek sabuk hijau (green belt) lewat mangrove dan pengelolaan sampah modern ini sukses berjalan, bukan tidak mungkin Desa Berakas akan menjelma menjadi salah satu destinasi wisata bahari paling bersih dan mandiri di Jawa Timur.







