WARTADETIK.COM.SUMENEP – Pemkab Sumenep melibatkan delapan eks narapidana terorisme (napiter) dalam upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di halaman Pemkab Sumenep, Senin (17/8/2026).

Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah Bakesbangpol Sumenep memperkuat persatuan sekaligus membuka ruang bagi eks napiter untuk kembali hadir dan berkontribusi di tengah masyarakat.

Delapan eks napiter tersebut berasal dari tujuh orang wilayah daratan dan satu orang wilayah kepulauan. Mereka juga mendapat santunan melalui kolaborasi Bakesbangpol dan BAZNAS Sumenep.

Plt Kepala Bakesbangpol Sumenep, Ir. Yanuar Yudha Bachtiar, S.Pi, M.Si mengatakan pelibatan eks napiter bukan sekadar menghadirkan mereka dalam seremoni kemerdekaan, tetapi juga membangun kebersamaan.

“Delapan eks napiter yang kami undang terdiri dari tujuh orang dari daratan dan satu orang dari kepulauan. Mereka kami libatkan sebagai bagian dari semangat kebersamaan,” kata Yanuar, Sabtu (15/08/2026).

Menurut Yanuar, momentum upacara kemerdekaan dapat menjadi ruang untuk memperkuat rasa kebangsaan. Pemerintah ingin eks napiter memiliki kesempatan kembali berada di tengah masyarakat.

“Upacara ini bukan sekadar seremoni, tetapi ruang memperkuat persatuan. Pemerintah ingin memastikan semua warga memiliki ruang untuk berkontribusi dan membangun daerah,” ujarnya.

Selain mengikuti upacara, delapan eks napiter juga memperoleh santunan. Bakesbangpol Sumenep berkolaborasi dengan BAZNAS Sumenep untuk memberikan dukungan sosial sebagai bagian dari proses reintegrasi.

“Kolaborasi dengan BAZNAS menjadi bentuk kepedulian sosial. Kami berharap dukungan ini membantu proses reintegrasi dan memberi semangat bagi mereka,” tutup Yanuar.

Pelibatan eks napiter dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI diharapkan membawa pesan kuat tentang pentingnya persaudaraan. Kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui seremoni, tetapi juga dengan merawat persatuan.

Pemkab Sumenep melalui Bakesbangpol terus mendorong pendekatan sosial yang inklusif. Upaya tersebut diharapkan membuat proses reintegrasi eks napiter berjalan baik dan mendapat dukungan lingkungan masyarakat.

Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa semangat Merah Putih merupakan milik seluruh warga. Pemerintah ingin membangun Sumenep dengan mengedepankan persatuan, kepedulian, dan kesempatan berkontribusi bagi semua.