WARTADETIK.COM.SUMENEP – Sinergi lintas instansi terus diperkuat untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap administrasi kendaraan bermotor. Hal itu ditandai dengan pelaksanaan apel gabungan sebagai persiapan Operasi Gabungan (Opgab) yang melibatkan Satlantas Polres Sumenep, UPT PPD Sumenep, Jasa Raharja, dan Bapenda Kabupaten Sumenep.
Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor UPT PPD Sumenep pada Selasa (14/4/2026) tersebut menjadi langkah awal menyamakan persepsi, strategi, serta pola pelaksanaan operasi di lapangan agar berjalan efektif dan tetap mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.
Kanit Tujarwali Satlantas Polres Sumenep, IPDA Dypta, S.H., menegaskan seluruh personel harus menjalankan tugas sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing dengan mengedepankan pendekatan yang humanis.
“Pelayanan harus humanis. Kita ingin kehadiran petugas di lapangan tidak menimbulkan ketakutan, tetapi justru menghadirkan rasa nyaman. Hubungan dengan masyarakat harus terasa manis,” tegas IPDA Dypta.
Menurutnya, Operasi Gabungan akan dilaksanakan di sejumlah titik strategis di Kabupaten Sumenep, di antaranya kawasan Lapangan Giling dan Taman Bunga. Seluruh personel diminta mengedepankan pendekatan persuasif, profesional, dan menjaga situasi tetap aman serta kondusif.
Sementara itu, Kepala UPT PPD Sumenep, Samtiono, S.H., M.H., mengatakan kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor melalui pendekatan shock therapy.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih patuh dalam membayar pajak kendaraan bermotor. Mengingat capaian PAD dari sektor kendaraan bermotor di wilayah Madura cukup tinggi, maka perlu terus didorong agar semakin optimal,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Jasa Raharja. Perwakilan Jasa Raharja, Aditya, menjelaskan pihaknya turut memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat selama pelaksanaan operasi.
“Dalam kegiatan ini, kami memberikan stiker imbauan keselamatan kepada pengendara kendaraan roda empat sebagai pengingat pentingnya tertib berlalu lintas dan keselamatan di jalan,” jelas Aditya.
Perwakilan Bapenda Kabupaten Sumenep menambahkan, kolaborasi lintas instansi menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan penerimaan daerah dari sektor pajak kendaraan bermotor.
“Melalui kegiatan terpadu seperti ini, kami berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat. Kepatuhan pajak tidak hanya berdampak pada administrasi kendaraan, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap pembangunan daerah,” ujarnya.
Melalui apel gabungan tersebut, seluruh instansi berharap pelaksanaan Operasi Gabungan dapat berjalan efektif, meningkatkan kepatuhan administrasi kendaraan bermotor, sekaligus memperkuat budaya tertib berlalu lintas dan mendukung peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Sumenep.







