WARTADETIK.COM.SUMENEP – Suasana pesisir Kecamatan Raas, Kabupaten Raas mendadak diliputi kecemasan setelah seorang nelayan bernama Amsuri (55), warga Desa Desa Kropoh, dilaporkan hilang saat mencari ikan di perairan setempat, Senin (15/6/2026).

Hingga Selasa (16/6/2026), keberadaan korban belum diketahui. Sementara perahu dayung miliknya ditemukan mengapung tanpa awak di sekitar perairan dekat Pelabuhan Talebuk, yang semakin memperkuat dugaan adanya insiden di tengah aktivitas melaut tersebut.

Berdasarkan informasi di lapangan, korban berangkat melaut seorang diri sekitar pukul 08.00 WIB menggunakan perahu dayung sederhana berwarna hijau muda.

Ia diduga hendak memancing di sekitar perairan Desa Kropoh yang selama ini menjadi lokasi tangkapan ikan para nelayan tradisional.

Namun hingga malam hari, Amsuri tak kunjung kembali ke rumah. Pihak keluarga, terutama sang istri Ervani, kemudian melakukan upaya pencarian bersama warga sebelum akhirnya menemukan perahu korban dalam kondisi kosong.

Penemuan perahu korban pada dini hari menjadi titik awal operasi pencarian besar-besaran. Warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah desa dan aparat kepolisian setempat.

Kepala Desa Kropoh langsung berkoordinasi dengan pihak Polsek Raas, yang kemudian meneruskan laporan ke jajaran Polres Sumenep untuk penanganan lebih lanjut.

Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K menegaskan bahwa pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan hilangnya nelayan tersebut.

“Begitu laporan masuk, kami langsung mengerahkan personel untuk melakukan langkah awal, mulai dari olah TKP hingga koordinasi lintas instansi agar pencarian bisa segera dilakukan secara terpadu,” ujar AKBP Anang Hardiyanto dalam keterangan tertulis, Selasa (16/06/2026)

Kapolres asal Kabupaten Pamekasan ini menambahkan bahwa seluruh unsur SAR telah disiagakan untuk memperluas area pencarian di perairan Raas.

“Kami bersama Basarnas, TNI-Polri, dan unsur terkait terus melakukan penyisiran laut secara intensif. Harapannya korban segera ditemukan dalam keadaan apa pun,” tegasnya.

Operasi pencarian melibatkan unsur gabungan, di antaranya Satpolairud Polres Sumenep, Ditpolairud Polda Jawa Timur, Basarnas, BPBD Sumenep, Syahbandar Raas, TNI-Polri, hingga komunitas nelayan setempat.

Petugas juga melakukan pemetaan area pencarian (SAR Map/SARMAP) serta menginformasikan kepada kapal-kapal yang melintas agar ikut membantu observasi di sekitar lokasi kejadian.

Hingga berita ini diturunkan, Amsuri masih belum ditemukan. Tim gabungan terus melakukan penyisiran baik melalui jalur laut maupun pemantauan dari daratan.

“Kami mengimbau masyarakat pesisir yang memiliki informasi atau menemukan tanda-tanda keberadaan korban untuk segera melapor ke aparat terdekat,” pungkas AKBP Anang Hardiyanto, SIK.

Operasi pencarian dipastikan akan terus dilanjutkan hingga ada kejelasan nasib nelayan asal Raas tersebut.