WARTADETIK.COM.SUMENEP – Dari sebuah desa di Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Uslatul Hamida membangun langkahnya dengan satu tekad: mendekatkan layanan perjalanan ibadah kepada masyarakat di tanah kelahirannya.
Perempuan asal Desa Sukarame Pesisir, Kecamatan Nonggunong, itu kini dipercaya menjadi Pimpinan Abidzar Travel Umrah dan Haji Unit Pulau Sapudi.
Kepercayaan tersebut bukan sekadar jabatan. Bagi Uslatul Hamida, menjadi bagian dari perjalanan masyarakat menuju Tanah Suci merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Kiprah Uslatul Hamida semakin terlihat setelah sebanyak 11 jemaah asal Pulau Sapudi berangkat menunaikan ibadah umrah melalui Abidzar Travel Unit Pulau Sapudi.
Keberangkatan tersebut menjadi momentum penting bagi Uslatul Hamida. Dari tanah kelahirannya, ia ikut mengantarkan masyarakat mewujudkan impian beribadah ke Tanah Suci.
“Alhamdulillah, 11 jemaah dari Pulau Sapudi telah kami berangkatkan. Semoga perjalanan mereka lancar dan penuh keberkahan.” kata Uslatul Hamida saat diwawancarai media ini, Kamis (03/09/2026).
Bagi Uslatul Hamida, perjalanan para jemaah bukan hanya soal keberangkatan. Ada kepercayaan masyarakat yang harus dijaga sejak proses persiapan hingga mereka kembali ke Pulau Sapudi.
Perempuan yang lahir dan tumbuh di Pulau Sapudi itu ingin keberadaan Abidzar Travel menjadi layanan yang dekat dengan masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan pendampingan perjalanan ibadah.
“Kepercayaan masyarakat adalah amanah bagi kami. Kami berusaha memberikan pelayanan terbaik sejak persiapan hingga pendampingan perjalanan.” ujarnya.
Di tengah karakter wilayah kepulauan yang memiliki tantangan tersendiri, kehadiran layanan perjalanan umrah di Pulau Sapudi menjadi peluang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat.
Uslatul Hamida memilih mengambil peran di daerah asalnya. Ia tidak sekadar melihat Pulau Sapudi sebagai tempat kelahiran, tetapi juga sebagai ruang untuk mengabdikan kemampuan kepada masyarakat.
Langkah perempuan asal Sukarame Pesisir itu menjadi gambaran bahwa perempuan daerah mampu mengambil peran dalam pelayanan masyarakat sekaligus membangun kepercayaan melalui kerja nyata.
Bagi Uslatul Hamida, keberhasilan memberangkatkan jemaah bukanlah akhir dari perjalanan. Justru, setiap keberangkatan menjadi tanggung jawab baru untuk memberikan pelayanan yang semakin baik.
Ia pun menitipkan doa bagi 11 jemaah yang kini menjalankan ibadah di Tanah Suci agar selalu diberikan kesehatan, keselamatan dan kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah.
“Semoga seluruh jemaah diberi kesehatan, keselamatan dan kemudahan beribadah. Semoga mereka memperoleh umrah mabrur dan kembali dengan selamat.” tutup Ji Uung sapaan akrabnya.
Keberangkatan 11 jemaah menjadi catatan penting dalam kiprah Uslatul Hamida. Dari Pulau Sapudi, perempuan itu membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dimulai dari tanah kelahiran sendiri.
Sosok Uslatul Hamida kini tidak hanya dikenal sebagai pimpinan unit travel. Ia juga menjadi bagian dari cerita masyarakat Pulau Sapudi dalam mewujudkan harapan untuk beribadah ke Tanah Suci.
Dari Desa Sukarame Pesisir, langkah Uslatul Hamida terus bergerak. Ia membawa satu harapan agar semakin banyak masyarakat Pulau Sapudi memperoleh kemudahan dalam mempersiapkan perjalanan ibadah mereka.
Perjalanan 11 jemaah tersebut akhirnya bukan hanya tentang siapa yang berangkat menuju Tanah Suci. Ada kisah seorang perempuan daerah yang memilih pulang, bekerja, dan mengambil peran untuk masyarakat di tanah kelahirannya.







