WARTADETIK.COM.SUMENEP – Penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 mendapat apresiasi dari Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Sumenep. Organisasi para alumni haji itu menilai seluruh rangkaian pelayanan, mulai dari pemberangkatan hingga kepulangan jemaah, berlangsung tertib, aman, dan relatif lancar.

Ketua IPHI Kabupaten Sumenep, Rifa’i Hasyim, mengatakan koordinasi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, petugas haji, dan seluruh pihak terkait berjalan baik. Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci sukses pelayanan terhadap sekitar 1.300 jemaah haji asal Kabupaten Sumenep.

“Secara umum penyelenggaraan haji tahun ini berjalan baik. Mulai persiapan, keberangkatan, pelaksanaan ibadah hingga kepulangan jemaah berlangsung lancar sesuai tahapan yang telah direncanakan,” kata Rifa’i Hasyim, Selasa (30/06/2026).

Menurutnya, pelayanan di sektor ibadah, kesehatan, maupun layanan umum selama di Tanah Suci juga mendapat respons positif dari para jemaah. Meski ada beberapa kendala di lapangan, seluruhnya dapat diatasi dengan koordinasi yang cepat oleh petugas.

“Petugas telah bekerja maksimal dalam memberikan pelayanan. Jemaah merasa terbantu sehingga bisa menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan nyaman,” ujarnya.

IPHI juga menyoroti penanganan terhadap tiga jemaah asal Sumenep yang wafat selama berada di Arab Saudi. Peristiwa tersebut menjadi duka bersama, namun proses penanganannya dinilai telah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

“Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga jemaah yang wafat. Dari informasi yang kami terima, seluruh proses penanganan dilakukan dengan baik dan sesuai ketentuan,” ungkap Rifa’i Hasyim.

Di balik apresiasi tersebut, IPHI tetap menyampaikan sejumlah catatan evaluasi. Salah satu perhatian utama adalah peningkatan pelayanan bagi jemaah lanjut usia, terutama saat pelaksanaan puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, maupun ketika berada di Masjidil Haram.

“Ke depan kami berharap jumlah petugas pendamping ditambah dan kualitas pelayanan terus ditingkatkan. Dengan begitu, jemaah lanjut usia akan lebih nyaman, aman, dan dapat beribadah secara maksimal,” tegasnya.

IPHI juga mengimbau calon jemaah haji tahun 2027 mulai melakukan persiapan sejak dini, baik menjaga kondisi kesehatan, memperdalam pemahaman manasik, melengkapi dokumen perjalanan, maupun memahami ketentuan barang bawaan. Persiapan yang matang diyakini akan membantu jemaah menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lebih lancar.

“Melalui evaluasi dan masukan tersebut, kami IPHI berharap kualitas penyelenggaraan ibadah haji Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun sehingga seluruh jemaah, khususnya kelompok lanjut usia, memperoleh pelayanan yang semakin baik saat menunaikan rukun Islam kelima,” pungkasnya.