WARTADETIK.COM.SUMENEP – Sebuah pesan sederhana namun sarat makna kembali mengemuka dari Ketua PCNU Sumenep, KH Widadi Rahim. Dalam sebuah momen kebersamaan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, ia mengingatkan bahwa dakwah tidak semata dimaknai sebagai aktivitas berceramah di mimbar. Lebih dari itu, dakwah adalah nilai yang harus hadir dalam setiap profesi, pekerjaan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Di tengah berbagai tantangan sosial yang terus berkembang, Ketua PCNU Sumenep, KH Widadi Rahim menilai bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab moral untuk menjadikan pekerjaannya sebagai jalan menghadirkan manfaat. Menurutnya, profesi apa pun akan bernilai ibadah ketika dijalankan dengan kejujuran, amanah, dan semangat melayani sesama.
“Dakwah itu bukan profesi. Dakwah adalah panggilan untuk menghadirkan nilai-nilai Islam dalam setiap langkah kehidupan, apa pun pekerjaan yang kita jalani,” kata KH Widadi Rahim kepada media ini, Selasa (30/06/2026)
Ia menjelaskan, seorang guru, petani, pedagang, birokrat, wartawan hingga pengusaha sejatinya dapat menjadi pendakwah melalui keteladanan sikap. Dakwah, kata dia, tidak selalu lahir dari kata-kata, melainkan juga dari perilaku yang mencerminkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
“Setiap profesi harus bernilai dakwah. Ketika pekerjaan dilakukan dengan kejujuran, tanggung jawab, dan memberi manfaat bagi orang lain, di situlah dakwah sedang berlangsung,” ujarnya.
KH Widadi Rahim juga mengingatkan pentingnya membangun budaya kerja yang berlandaskan integritas. Menurutnya, masyarakat saat ini membutuhkan lebih banyak teladan dibanding sekadar nasihat. Keteladanan itulah yang akan memperkuat kepercayaan publik sekaligus memperkokoh persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Masyarakat tidak hanya membutuhkan ceramah, tetapi juga contoh nyata. Akhlak yang baik dalam bekerja adalah dakwah yang paling mudah dirasakan manfaatnya,” ungkap Ketua PCNU KH. Widadi Rahim.
Pesan tersebut menjadi refleksi bahwa dakwah tidak mengenal batas ruang maupun jabatan. Nilai-nilai keislaman justru akan semakin kuat ketika hadir dalam pelayanan publik, dunia pendidikan, aktivitas ekonomi, hingga kehidupan sosial yang dijalani dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab.
Lebih lanjut, Ketua PCNU Sumenep mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan profesi sebagai media pengabdian, bukan sekadar sarana mencari penghidupan. Dengan demikian, setiap pekerjaan dapat menjadi jalan menyebarkan kebaikan dan memperkuat nilai kemanusiaan.
“Mari kita jadikan setiap profesi sebagai ladang ibadah dan pengabdian. Ketika pekerjaan membawa manfaat bagi sesama, maka di situlah dakwah menemukan maknanya yang paling hakiki,” pungkasnya.







