WARTADETIK.COM.SUMENEP – Operasi Gabungan (Opgab) Kepatuhan Pajak kembali digelar di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026). Petugas menyasar kepatuhan pajak sekaligus kelengkapan dokumen kendaraan dan keselamatan berlalu lintas.
Kegiatan tersebut melibatkan UPT PPD Sumenep, Satlantas Polresta Sumenep, Bapenda Sumenep, dan Jasa Raharja. Sebelum pemeriksaan dimulai, seluruh personel mengikuti apel gabungan di halaman Kantor UPT PPD Sumenep, Jalan KH Mas Mansyur, Desa Pabian.
Apel gabungan dihadiri Kepala UPT PPD Sumenep Samtiono SH MH, Kabid P3EPD Bapenda Sumenep Suhermanto SE ME, serta Kanit Tujarwali Satlantas Polresta Sumenep IPDA Dypta SH. Setelah apel, petugas langsung bergerak menuju lokasi pemeriksaan.

Opgab digelar di dua titik. Lokasi pertama berada di Jalan Slamet Riyadi, kawasan perbatasan Desa Pabian dan Marengan Daya. Pemeriksaan kemudian dilanjutkan di Jalan Urip Sumoharjo, tepatnya di depan Kelenteng, Desa Pabian.
Kepala UPT PPD Sumenep Samtiono SH MH mengatakan operasi tersebut tidak hanya ditujukan untuk menemukan kendaraan yang belum memenuhi kewajiban pajak. Edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Opgab di lapangan.
“Opgab ini bukan sekadar pemeriksaan atau penindakan. Kami ingin mengedukasi masyarakat agar semakin memahami pentingnya membayar pajak kendaraan secara tertib dan tepat waktu.” kata Samtiono SH MH disela kegiatan.

Dalam pemeriksaan tersebut, belasan wajib pajak ditemukan belum memenuhi kewajiban pajak kendaraan. Petugas memberikan penjelasan kepada pengendara sekaligus mengarahkan mereka agar segera menyelesaikan kewajiban administrasi sesuai aturan yang berlaku.
“Belasan wajib pajak terjaring dalam pemeriksaan di dua titik. Kami berharap temuan ini menjadi pengingat agar masyarakat tidak menunda kewajiban pajak dan selalu memastikan administrasi kendaraannya lengkap.” tegasnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan Samtiono dan Suhermanto tidak hanya berdiri sebagai pejabat yang memantau jalannya operasi. Keduanya turun langsung menghampiri pengendara roda dua dan roda empat yang menjalani pemeriksaan petugas.

Samtiono terlihat berdialog dengan sejumlah pengendara. Ia menjelaskan kewajiban pembayaran pajak kendaraan secara langsung, sehingga pemeriksaan berlangsung dengan pendekatan komunikasi yang lebih dekat dan tidak semata-mata menonjolkan aspek penindakan.
Suhermanto juga melakukan hal serupa. Ia memberikan pemahaman kepada pengendara mengenai pentingnya tertib administrasi kendaraan. Menurutnya, kesadaran masyarakat perlu dibangun melalui pelayanan dan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan.
Kabid P3EPD Bapenda Sumenep Suhermanto SE ME mengatakan kepatuhan pajak tidak dapat dibangun hanya melalui operasi pemeriksaan. Edukasi yang dilakukan secara langsung dinilai mampu membuat masyarakat lebih memahami kewajibannya sebagai pemilik kendaraan.

“Kami terus mendorong masyarakat memahami bahwa membayar pajak kendaraan merupakan kewajiban. Edukasi secara langsung seperti ini penting agar kesadaran pajak tumbuh dan administrasi kendaraan semakin tertib.” ujar Suhermanto, SE, ME.
Ia menambahkan, sinergi antarinstansi menjadi kekuatan penting dalam pelaksanaan Opgab. Kolaborasi tersebut membuat pengawasan, edukasi, pelayanan, hingga keselamatan lalu lintas dapat dilakukan secara bersamaan di lapangan.
“Sinergi lintas instansi harus terus diperkuat. Dengan bergerak bersama, kami bisa memberikan edukasi, pelayanan, dan pengawasan secara lebih dekat kepada masyarakat sebagai wajib pajak.” tambahnya.
Sementara itu, Kanit Tujarwali Satlantas Polresta Sumenep IPDA Dypta SH memastikan pemeriksaan dilakukan dengan mengutamakan pendekatan humanis. Namun, petugas tetap mengambil tindakan apabila menemukan pelanggaran lalu lintas atau administrasi kendaraan.

“Kami mengedepankan pendekatan humanis selama pemeriksaan. Namun, terhadap pengendara yang terbukti melanggar aturan, petugas tetap akan mengambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.” ungkap IPDA Dypta SH.
Pemeriksaan tidak hanya berkaitan dengan pajak kendaraan. Petugas juga mengecek kelengkapan dokumen seperti SIM dan dokumen kendaraan. Kendaraan angkutan material turut menjadi perhatian, terutama yang membawa muatan tanpa perlindungan terpal.
Lebih lanjut, IPDA Dypta menegaskan pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban sekaligus meningkatkan keselamatan seluruh pengguna jalan. Menurutnya, kepatuhan administrasi kendaraan harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.

“Kami juga memeriksa kelengkapan dokumen kendaraan dan memperhatikan angkutan material. Truk yang membawa material tanpa penutup terpal menjadi perhatian karena dapat membahayakan pengguna jalan.” jelasnya.
Keterlibatan Jasa Raharja dalam Opgab turut memperkuat pesan tentang pentingnya kepatuhan administrasi dan keselamatan berlalu lintas. Edukasi kepada masyarakat diharapkan tidak berhenti pada kewajiban membayar pajak kendaraan.
Perwakilan Jasa Raharja Sumenep, Aditya mengatakan kegiatan gabungan seperti ini menjadi ruang penting untuk membangun kesadaran masyarakat. Kepatuhan administrasi kendaraan dinilai perlu berjalan beriringan dengan perilaku berkendara yang aman.

“Kepatuhan administrasi kendaraan harus berjalan bersama dengan keselamatan berlalu lintas. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin masyarakat semakin sadar untuk tertib administrasi dan mengutamakan keselamatan.” kata Aditya.
Opgab Kepatuhan Pajak di Sumenep akhirnya bukan sekadar operasi pemeriksaan kendaraan. Turunnya langsung pejabat UPT PPD Sumenep dan Bapenda memberikan warna berbeda karena masyarakat mendapat edukasi langsung mengenai pajak, dokumen kendaraan, dan keselamatan.
Pendekatan edukatif dan humanis menjadi pesan utama dalam kegiatan tersebut. Pemerintah bersama kepolisian dan Jasa Raharja berharap masyarakat semakin sadar memenuhi kewajiban sebelum dilakukan pemeriksaan, sehingga budaya tertib pajak dan tertib berlalu lintas semakin kuat di Sumenep.







