WARTADETIK.COM.SUMENEP – Sambut Tahun Baru Islam 1447 H, Pagar Nusa Sumenep Gelar Istighasah dan Penajaman Spiritual Kader
Sumenep – Memasuki Tahun Baru Islam 1447 Hijriah, Pimpinan Cabang (PC) PSNU Pagar Nusa Sumenep menggelar kegiatan Istighasah Malam 1 Muharram dan Penajaman Spiritual Kader sebagai upaya memperkuat karakter, loyalitas organisasi, serta komitmen pengabdian kepada Nahdlatul Ulama (NU), umat, dan bangsa.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin malam (15/6/2026) di Langgar Pajinggaan, Bangselok, Sumenep, kediaman anggota Majelis Pendekar Pagar Nusa, K. Fauzi, tersebut dihadiri jajaran Majelis Pendekar, pengurus cabang, pelatih, serta kader Pagar Nusa dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumenep.

Mengusung tema “Menata Hati, Menguatkan Spirit, Meneguhkan Khidmah untuk Nahdlatul Ulama dan Bangsa”, acara berlangsung dalam suasana penuh kekhusyukan dan kebersamaan. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan istighasah, doa bersama, serta refleksi spiritual menyambut datangnya tahun baru hijriah yang dimaknai sebagai momentum memperbaiki diri dan memperkuat arah perjuangan organisasi.

Ketua PC PSNU Pagar Nusa Sumenep, KH. Abdul Muiz, menegaskan bahwa pergantian tahun hijriah tidak boleh dimaknai sekadar perubahan angka dalam kalender Islam, melainkan harus menjadi titik tolak lahirnya semangat baru dalam membangun kualitas diri dan pengabdian.

“Tahun Baru Islam harus menjadi momentum muhasabah bagi seluruh kader Pagar Nusa. Kita perlu mengevaluasi perjalanan yang telah dilalui, memperbaiki kekurangan, dan menata langkah ke depan agar semakin bermanfaat bagi organisasi, Nahdlatul Ulama, serta masyarakat luas,” ujarnya.

Menurutnya, kekuatan utama seorang kader Pagar Nusa tidak hanya terletak pada kemampuan bela diri, melainkan juga pada keteguhan akhlak, kedalaman spiritual, serta kesetiaan terhadap nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Dalam kesempatan tersebut, KH. Abdul Muiz juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemampuan fisik dan kematangan rohani sebagai ciri khas kader Pagar Nusa.

“Pagar Nusa tidak hanya mendidik pendekar yang kuat secara fisik, tetapi juga membentuk pribadi yang berakhlakul karimah, memiliki jiwa pengabdian, dan siap menjaga marwah Nahdlatul Ulama serta keutuhan bangsa. Spirit inilah yang harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi kader berikutnya,” tegasnya.

Selain istighasah, kegiatan diisi dengan sesi penajaman spiritual yang menitikberatkan pada penguatan mentalitas kader, internalisasi nilai-nilai ke-NU-an, serta penguatan ideologi organisasi. Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi sekaligus penguatan visi bersama agar Pagar Nusa tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga tradisi, nilai keislaman moderat, dan persatuan bangsa.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para kader mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh khidmat, menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana memperkuat ukhuwah, memperdalam spiritualitas, dan memperkokoh soliditas organisasi.

Melalui kegiatan ini, PC PSNU Pagar Nusa Sumenep berharap semangat hijrah yang menjadi ruh Tahun Baru Islam dapat terimplementasi dalam kehidupan kader sehari-hari, baik sebagai pendekar, aktivis organisasi, maupun bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab moral terhadap agama, bangsa, dan negara.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah yang semakin mempererat tali persaudaraan di lingkungan keluarga besar Pagar Nusa Sumenep.