TEGAL, JATENG, wartadetik.com — 20 Oktober 2026 – Hasil pekerjaan rabat beton tahun 2025 di Desa Pangkah, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, menjadi sorotan setelah ditemukan kerusakan berupa beton yang patah tidak beraturan dan memanjang. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan serta pengawasan dari dinas terkait.

Menurut Saefulhadi, pemerhati wilayah Kecamatan Pangkah, pada 17 Oktober 2026, kerusakan tersebut bukan persoalan baru. Ia menilai kondisi jalan yang mengalami kerusakan cukup parah itu terkesan dibiarkan tanpa adanya penanganan atau perbaikan yang jelas, meskipun pekerjaan tersebut baru dilaksanakan pada tahun 2025.

“Pekerjaan baru berjalan sekitar satu tahun, tetapi sudah mengalami kerusakan yang cukup serius. Sampai saat ini, belum terlihat adanya respons perbaikan dari dinas terkait maupun UPTD wilayah setempat,” demikian sorotan terhadap kondisi pekerjaan tersebut.

Kerusakan ini memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana pengawasan dan pengendalian mutu dilakukan sejak tahap pelaksanaan hingga pekerjaan dinyatakan selesai. Pasalnya, pekerjaan infrastruktur yang menggunakan anggaran pemerintah semestinya dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan memenuhi standar kualitas agar dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka waktu yang semestinya.

Di sisi lain, pemerintah kabupaten terus melaksanakan pembangunan infrastruktur untuk menunjang kebutuhan masyarakat. Namun, pembangunan tersebut perlu diimbangi dengan pengawasan yang maksimal, pemeriksaan hasil pekerjaan yang cermat, serta tindak lanjut terhadap setiap kerusakan yang ditemukan di lapangan.

Apabila pekerjaan yang baru selesai dilaksanakan sudah mengalami kerusakan, kondisi tersebut patut menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait. Jangan sampai pembangunan yang seharusnya memberikan manfaat jangka panjang justru menimbulkan persoalan baru dan berpotensi membutuhkan biaya perbaikan berulang kali.

Saefulhadi juga menyoroti kualitas sejumlah pekerjaan infrastruktur tahun anggaran 2025 yang menurut pengamatannya mengalami kerusakan di berbagai lokasi. Karena itu, evaluasi tidak seharusnya hanya berfokus pada satu titik pekerjaan, tetapi juga perlu mencakup pemeriksaan terhadap hasil pembangunan di lokasi lain yang mengalami persoalan serupa.

Bupati Tegal Diminta Turun Tangan

Bupati Tegal diharapkan merespons persoalan kualitas pekerjaan infrastruktur, baik hasil pembangunan tahun anggaran 2025 maupun pekerjaan yang sedang dilaksanakan pada tahun 2026. Evaluasi menyeluruh diperlukan agar pelaksanaan pembangunan benar-benar mengutamakan kualitas, ketahanan konstruksi, transparansi, dan manfaat bagi masyarakat.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tegal bersama UPTD wilayah setempat juga diharapkan melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi rabat beton di Desa Pangkah, menelusuri penyebab kerusakan, serta memastikan apakah pekerjaan tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan atau memiliki jaminan tanggung jawab pelaksana sesuai ketentuan kontrak.

Jika hasil pemeriksaan membuktikan adanya kerusakan yang menjadi tanggung jawab penyedia jasa selama masa pemeliharaan, pihak terkait diharapkan menindaklanjutinya sesuai ketentuan yang berlaku.

Masyarakat tentu berharap agar setiap proyek yang dibiayai melalui anggaran pemerintah tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga memiliki kualitas yang baik dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

Pembangunan bukan sekadar mengejar jumlah proyek yang terlaksana, melainkan memastikan bahwa setiap pekerjaan memberikan manfaat nyata dan tidak meninggalkan persoalan kualitas di kemudian hari.

 

Laporan: Slmt