WARTADETIK

Di deretan sekolah Taman Kanak-kanak (TK) yang ada di Kabupaten Bungo, TK Pertiwi II sejatinya memiliki posisi strategis karena berdiri tepat di jantung kota. Rabu 10 Juni 2026.

Namun, citra sekolah yang seharusnya menjadi kebanggaan warga ini justru terlihat kontradiktif: bangunan dan lingkungannya tampak kumal, kusam, dan kurang terawat, padahal wali murid rutin membayar iuran setiap tahunnya.

Berdasarkan pantauan tim investigasi pada Selasa (9/6/2026), kondisi fisik sekolah yang berada di lokasi pusat kota ini jauh dari kata layak untuk tempat tumbuh kembang anak usia dini.

Dinding yang tampak kusam, lingkungan yang kurang terawat, dan fasilitas yang tak menunjukkan perbaikan menjadi pemandangan sehari-hari.

Padahal, setiap wali murid diketahui selalu dikenakan iuran tahunan sebesar Rp200.000 per tahun, belum lagi iuran rutin bulanan dan uang pembangunan yang dibayarkan di awal masuk.

Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kekecewaannya. Ia mengaku sudah melunasi seluruh kewajiban pembayaran, mulai dari uang pembangunan hingga iuran rutin bulanan.

Namun, harapan agar sekolah tempat anaknya belajar menjadi tempat yang nyaman, bersih, dan indah belum terwujud.

“Kami sudah bayar uang pembangunan dan iuran rutin setiap bulan. Harapan kami sederhana saja, sekolah ini dipercantiklah sedikit. Agar anak-anak semangat dan nyaman saat belajar maupun bermain,” ungkap wali murid tersebut.

Ia juga telah menyampaikan permohonan secara langsung kepada Kepala Sekolah, Ibu Li, agar segera melakukan pembenahan fasilitas dan lingkungan sekolah demi kenyamanan peserta didik.

Saat tim redaksi menelusuri aliran dana yang diterima sekolah, khususnya terkait dana pembangunan yang dipungut bulan lalu, respons Kepala Sekolah justru terkesan menghindar dan melemparkan tanggung jawab ke pihak lain.

“Itu urusan Ketua Yayasan. Kami tidak berani menjawab hal tersebut,” ujar Kepala Sekolah saat ditanya perihal penggunaan dana yang dikumpulkan dari orang tua siswa.

Sikap tersebut semakin mempertegas tanda tanya besar di mata masyarakat. Ketidakjelasan jawaban mengenai penggunaan uang pembangunan dan iuran tahunan membuat wali murid khawatir dana yang telah mereka sumbangkan tidak dipergunakan sesuai tujuannya.

Menanggapi kondisi ini, tim investigasi juga mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Bungo, khususnya Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)/TK, untuk turun tangan.

Sudah menjadi harapan banyak pihak agar dinas terkait segera memanggil Kepala Sekolah beserta Ketua Yayasan pengelola TK Pertiwi II guna meminta pertanggungjawaban rinci atas penggunaan dana pembangunan tahun 2025 dan tahun berjalan.

Publik berhak mengetahui, untuk apa saja dana tersebut dipergunakan? Apakah penggunaannya sudah tepat sasaran untuk pemeliharaan dan peningkatan fasilitas, atau justru terjadi penyalahgunaan anggaran?

Kepala Sekolah sendiri, saat diwawancarai, tampak kurang tenang dengan kedatangan tim investigasi. Ia sempat menyampaikan usulan agar pihak dinas segera mengambil langkah pembenahan.

Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi berupa teguran, himbauan, atau tindakan nyata dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bungo terkait kondisi memprihatinkan TK Pertiwi II ini.

Masyarakat berharap agar perhatian segera diberikan, mengingat sekolah ini berada di tengah kota dan menampung banyak anak didik.

Lingkungan sekolah yang bersih, indah, dan nyaman bukan hanya soal estetika, melainkan hak setiap anak untuk mendapatkan tempat belajar yang layak.