WARTADETIK.COM.SUMENEP – Suasana berbeda terlihat di dalam lapangan blok hunian Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sumenep. Musik berirama cepat berdentum memecah keheningan pagi, memicu antusiasme luar biasa dari ratusan peserta yang memenuhi area sejak pagi buta.
Rutan Kelas IIB Sumenep menggelar kegiatan senam pagi bersama seluruh elemen di dalam instansi tersebut. Pantauan media di lokasi menunjukkan momen langka saat pembatas antara petugas dan warga binaan melebur dalam gerakan olahraga yang penuh dengan energi positif.
Tidak ingin sekadar menonton, Kepala Rutan Kelas IIB Sumenep, Aditya Wahyu Rahmadani, ikut membaur di barisan depan. Mengenakan pakaian olahraga, ia tampak bersemangat menyamakan gerakan dengan para instruktur, diikuti jajaran pejabat struktural, ASN, dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kepala Rutan Kelas IIB Sumenep, Aditya Wahyu Rahmadani, menegaskan pentingnya menjaga kebugaran demi membangun mental yang sehat di lingkungan pemasyarakatan. Menurutnya, tubuh yang prima merupakan modal utama bagi para warga binaan agar dapat menyerap program pembinaan dengan maksimal.
”Kegiatan olahraga bersama ini sengaja kami rancang secara berkala demi menjaga imunitas sekaligus kesehatan fisik seluruh warga binaan selama masa pidana. Kami ingin memastikan bahwa seluruh elemen di dalam Rutan, baik petugas maupun warga binaan, selalu memiliki energi positif setiap hari,” kata Aditya Wahyu Rahmadani, Minggu (28/06/2026).
Suasana kebersamaan kian kental saat para ASN Rutan dan warga binaan saling melempar tawa di sela-sela gerakan senam yang menantang fisik. Keringat yang mengucur deras tidak menyurutkan semangat mereka untuk menyelesaikan seluruh sesi olahraga hingga selesai.
Langkah ini dinilai sangat efektif untuk menurunkan tingkat stres di dalam blok hunian. Hubungan komunikasi yang harmonis antara petugas dan warga binaan secara otomatis ikut meminimalkan potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam lingkungan rutan.
Lebih lanjut, Karutan Aditya Wahyu Rahmadani kembali menyampaikan pesan mendalam terkait esensi dari kegiatan senam massal ini. Ia berharap program sederhana ini mampu melahirkan perubahan perilaku yang nyata demi masa depan warga binaan yang jauh lebih baik.
”Melalui senam bersama ini, kami tidak hanya mengolah tubuh tetapi juga meruntuhkan sekat psikologis yang memicu kejenuhan di dalam blok hunian. Hubungan humanis yang erat ini menjadi kunci utama untuk mewujudkan lingkungan rutan yang aman, kondusif, dan harmonis,” pungkasnya.







