WARTADETIK.COM.SUMENEP – Misteri hilangnya Anak Buah Kapal (ABK) KM Prima Jati Wijaya GT 80 asal Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, mulai menemukan titik terang. Setelah enam hari tanpa kepastian, pihak kepolisian bersama pengurus kapal akhirnya menyampaikan kronologi lengkap peristiwa tersebut kepada keluarga korban.
Korban diketahui bernama Moh. Khoirurroziqin (32), warga Desa Jatimudo, RT 002 RW 001, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang. Hingga Jumat (26/6/2026), korban masih belum ditemukan setelah diduga terjatuh ke laut saat kapal melakukan operasi penangkapan ikan di perairan Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep.
Berdasarkan laporan Satpolairud, insiden itu terjadi pada Minggu (21/6/2026) sekitar pukul 04.15 WIB di perairan utara Pulau Mamburit, Kepulauan Kangean. Lokasi kejadian tercatat berada di koordinat 06°37’250″ LS dan 115°10’500″ BT ketika kapal sedang beroperasi mencari ikan.
Saat kejadian, seluruh kru kapal tengah menarik cincin jaring yang terhubung dengan gardan di sisi kanan haluan. Di tengah aktivitas tersebut, korban berjalan menuju bagian buritan kapal sambil mengisap rokok sebelum akhirnya diduga kehilangan keseimbangan.
Sesampainya di buritan, korban diduga terpeleset hingga terjatuh ke laut. Tiga orang ABK yang melihat kejadian itu langsung melompat untuk memberikan pertolongan, namun derasnya arus laut membuat korban tenggelam dan tidak berhasil diselamatkan.
Nahkoda bersama seluruh kru kapal kemudian menghentikan aktivitas penangkapan ikan dan melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Upaya pencarian dilakukan sesegera mungkin, tetapi hingga kini korban masih belum berhasil ditemukan.
Kronologi tersebut kemudian disampaikan kepada keluarga korban melalui kegiatan pendampingan yang dilakukan personel Satpolairud bersama pengurus kapal di rumah duka. Pertemuan itu turut dihadiri Ahmad Dany Hardiyanto selaku pengurus kapal, Bhabinkamtibmas Desa Jatimudo, Sekretaris Desa Jatimudo, serta ayah korban, Basuni.
Sebelumnya, keluarga korban juga melaporkan kejadian tersebut kepada Unit Siaga Basarnas Rembang. Hasil koordinasi menyebutkan lokasi kejadian berada dalam wilayah operasi Basarnas Jawa Timur sehingga proses pencarian menjadi kewenangan Basarnas Surabaya, sedangkan Basarnas Jawa Tengah menyatakan siap membantu apabila diperlukan.
Pelayaran tersebut diketahui menjadi pengalaman pertama Moh. Khoirurroziqin bekerja sebagai ABK kapal kursin. Korban baru pertama kali mengikuti operasi penangkapan ikan dengan masa pelayaran yang direncanakan berlangsung selama kurang lebih 40 hari.
Keluarga berharap tim SAR dapat terus melanjutkan proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan. Mereka juga berharap ada kepastian mengenai kondisi Moh. Khoirurroziqin setelah hampir sepekan dinyatakan hilang di perairan Kepulauan Kangean.
Sementara itu, saat dimintai konfirmasi terkait perkembangan penanganan kasus tersebut, Plt Kasi Humas Polres Sumenep, Kompol Widiarti, S.H., mengaku masih melakukan pengecekan. “Coba saya cek dulu,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi, Jum’at (26/06/2026) petang.
Hingga berita ini diterbitkan, Polres Sumenep masih belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan maupun hasil pengecekan atas peristiwa tersebut. Redaksi masih menunggu informasi resmi dari pihak kepolisian dan akan memperbarui pemberitaan apabila terdapat perkembangan terbaru dari Polres Sumenep maupun tim SAR.







