WARTADETIK.COM.SUMENEP – Lantunan sholawat menggema dari Stadion A. Yani Sumenep, Kamis (3/9) malam. Ribuan warga bersama pelajar larut dalam Sumenep Bersholawat bersama Majelis Attaufiq, sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Sumenep dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH, Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH, MH, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep Agus Dwi Saputra, S.Sos, M.Si, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Sumenep.

Kehadiran jajaran pimpinan daerah bersama ribuan masyarakat dan pelajar membuat suasana Stadion A. Yani semakin semarak. Gema sholawat dan doa bersama menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat ukhuwah Islamiyah, persatuan, sekaligus mendoakan keselamatan dan kemajuan Kabupaten Sumenep.

Sekitar 1.000 siswa SMA/MA di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama turut ambil bagian. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan bersama jamaah yang datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumenep.

Bupati Sumenep dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH mengatakan, Sumenep Bersholawat menjadi bagian dari ikhtiar pemerintah daerah untuk menjaga tradisi keagamaan sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.

“Sumenep Bersholawat bukan hanya tentang berkumpul dan melantunkan sholawat, tetapi menjadi momentum memperkuat silaturahmi, ukhuwah Islamiyah, dan kecintaan kepada Rasulullah SAW,” kata Bupati Fauzi disela kegiatan.

Menurutnya, peringatan Maulid Nabi harus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali keteladanan Rasulullah dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai tersebut dinilai penting untuk membangun Sumenep yang damai dan harmonis.

“Kecintaan kepada Rasulullah harus diwujudkan dengan meneladani akhlak beliau. Karena itu, semangat persaudaraan, kepedulian, toleransi, dan kedamaian harus terus kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Bupati Fauzi berharap doa yang dipanjatkan bersama dalam Sumenep Bersholawat menjadi bagian dari ikhtiar spiritual untuk mengiringi pembangunan daerah. Ia juga mengajak masyarakat menjaga persatuan di tengah keberagaman.

“Kita berharap doa dan sholawat malam ini menjadi ikhtiar bersama agar Sumenep selalu diberikan keamanan, kedamaian, keberkahan, serta kemudahan dalam melanjutkan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Tak hanya sholawat dan doa bersama, kegiatan tersebut juga diwarnai aksi kepedulian sosial. Kabag Kesra Setkab Sumenep, Abd. Said, S.Sos, M.Si, menyerahkan santunan kepada 20 anak yatim sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan.

Selain itu, turut dilakukan penyerahan santunan kepada dua orang penerima manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan. Bantuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang mengedepankan nilai kepedulian dan kebersamaan.

Abd. Said mengatakan, rangkaian peringatan Maulid Nabi sengaja dikemas tidak hanya sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial masyarakat.

“Maulid Nabi menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kepedulian. Karena itu, santunan anak yatim dan bantuan bagi masyarakat menjadi bagian penting dari kegiatan ini,” kata Said.

Menurutnya, pemberian santunan kepada 20 anak yatim dan dua penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi penerimanya.

“Kami berharap santunan ini tidak hanya dilihat dari nilai bantuannya, tetapi juga sebagai bentuk perhatian dan kepedulian. Semoga apa yang diberikan dapat bermanfaat bagi anak-anak yatim dan penerima manfaat,” harapnya.

Lebih lanjut, Said menambahkan, nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan Maulid Nabi perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, semangat berbagi dan membantu sesama merupakan bagian dari keteladanan Rasulullah SAW.

“Semangat Maulid Nabi harus terus hidup setelah acara selesai. Persaudaraan, kepedulian dan semangat berbagi harus menjadi karakter masyarakat sehingga Sumenep semakin aman, damai dan penuh keberkahan,” pungkas Said.

Sumenep Bersholawat akhirnya tidak hanya menjadi perhelatan yang dipenuhi lantunan sholawat. Pertemuan ribuan warga, pelajar, dan jajaran pemerintah daerah tersebut juga mempertemukan semangat keagamaan dengan kepedulian sosial.

Dari Stadion A. Yani Sumenep, sholawat, doa, persaudaraan, dan santunan berpadu dalam satu momentum. Harapannya, nilai-nilai tersebut tidak berhenti di lokasi acara, tetapi terus tumbuh menjadi energi positif dalam kehidupan masyarakat Sumenep.