WARTADETIK.COM.SUMENEP – Harapan keluarga untuk menemukan Amsuri (55) dalam keadaan selamat akhirnya pupus. Nelayan asal Dusun Kropoh, Desa Kropoh, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat memancing di laut, ditemukan meninggal dunia di perairan utara Pelabuhan Rakyat Desa Kropoh, Selasa (16/6/2026) petang.
Penemuan jasad korban mengakhiri pencarian yang dilakukan keluarga dan warga setempat sejak kabar hilangnya Amsuri menyebar di tengah masyarakat pesisir Raas. Korban ditemukan sekitar 500 meter dari garis pantai dalam kondisi telungkup dan tersangkut di area batu karang.
Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh dua warga, Asari dan Mahmudin, yang sedang melaut untuk mencari ikan menggunakan perahu dayung. Saat berada di tengah laut, keduanya melihat sesuatu yang mencurigakan mengapung di antara karang.
Ketika didekati, keduanya terkejut setelah mengenali sosok tersebut sebagai Amsuri, nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang saat memancing di perairan Desa Kropoh.
Kapolres Sumenep melalui Kasat Polairud Polres Sumenep AKP Moch. Rofiq, S.H., mengatakan bahwa penemuan korban berawal dari laporan warga yang melihat jasad mengapung di laut.
“Setelah didekati dan diperiksa oleh saksi, korban diketahui merupakan Amsuri yang sebelumnya dilaporkan hilang saat memancing. Penemuan ini kemudian segera dilaporkan kepada keluarga dan aparat setempat untuk dilakukan proses evakuasi,” kata AKP Moch. Rofiq, Rabu (17/06/2026).
Usai memastikan identitas korban, Asari memilih tetap bertahan di lokasi untuk menjaga jasad agar tidak terbawa arus laut. Sementara Mahmudin bergegas menuju daratan guna mengabarkan temuan tersebut kepada keluarga korban dan masyarakat sekitar.
Tak berselang lama, keluarga korban bersama warga mendatangi lokasi dan melakukan evakuasi menuju tepi pantai. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Kepala Desa Kropoh yang selanjutnya berkoordinasi dengan aparat kepolisian.
Personel Polsek Raas, Koramil Raas, staf Kecamatan Raas, tenaga kesehatan Puskesmas Raas, serta warga setempat bergerak cepat menuju lokasi untuk membantu proses evakuasi dan penanganan korban.
Suasana haru menyelimuti proses pemulangan jenazah ke rumah duka di Dusun Kropoh. Tangis keluarga pecah saat jasad Amsuri akhirnya tiba di kediamannya setelah sebelumnya dinyatakan hilang di tengah laut.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan memilih untuk tidak dilakukan autopsi. Keputusan itu dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang diserahkan kepada petugas.
Lebih lanjut, AKP Moch. Rofiq menegaskan bahwa seluruh rangkaian penanganan dilakukan sesuai prosedur, mulai dari pengecekan lokasi, pengumpulan keterangan saksi, koordinasi dengan pemerintah desa hingga proses evakuasi korban.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, agar selalu memperhatikan kondisi cuaca, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan mengutamakan keamanan saat beraktivitas di laut guna menghindari kejadian serupa,” tegasnya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa aktivitas melaut memiliki risiko tinggi, terutama ketika cuaca dan kondisi perairan tidak bersahabat. Keselamatan harus menjadi prioritas utama bagi para nelayan sebelum berangkat mencari nafkah di tengah lautan.
Seluruh proses evakuasi dan penanganan korban berlangsung aman, tertib, serta kondusif hingga jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.







