PONTIANAK.RHI.web.id– Momentum Hari Kebebasan Pers Sedunia menjadi momen refleksi bagi insan pers untuk menghargai peran tokoh-tokoh yang berjasa dalam membesarkan dunia jurnalistik. Salah satu sosok yang mendapat apresiasi tinggi dari rekan-rekan wartawan di Kalimantan Barat adalah Syamsuddin, ST., CFLE., CLA., CJI., CILJ.
Hal tersebut disampaikan oleh Radiman Lah, selaku Pemimpin Redaksi Lidik.co, yang menilai Syamsuddin bukan sekadar seorang atasan atau pimpinan redaksi, melainkan sosok mentor dan pendidik yang berperan besar dalam membentuk pola pikir, etika kerja, serta pemahaman mendalam tentang profesi jurnalistik.
Menurut Radiman, dalam perjalanan kariernya, ia mengenal Syamsuddin sebagai sosok yang tidak hanya menuntut kecepatan dalam menulis berita, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab dan keberanian dalam setiap karya jurnalistik.
“Beliau mengajarkan bahwa menjadi wartawan bukan hanya soal cepat dapat berita, tapi juga punya tanggung jawab besar terhadap kebenaran dan masyarakat,” ungkap Radiman.
Radiman menceritakan, perjalanan kariernya dimulai dari posisi Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) di media bedahnusantaraindonesia.co.id yang dipimpin oleh Syamsuddin.
Dalam waktu yang relatif singkat, kepercayaan yang diberikan terus meningkat. Mulai dari kepercayaan mengelola berita sebagai editor, hingga dipercaya memegang akun publikasi secara mandiri.
“Di situlah saya memahami ritme kerja jurnalistik yang sesungguhnya—cepat, tepat, dan mandiri. Saat itu, tidak banyak wartawan di daerah yang memiliki akses dan kepercayaan seperti itu,” ujarnya mengenang.
Melahirkan Pemimpin-Pemimpin Baru
Pengalaman dan ilmu yang didapatkan tersebut menjadi fondasi kuat bagi Radiman hingga kini sukses mengemban berbagai peran strategis. Saat ini, ia menjabat sebagai Pemimpin Umum Lidik.co, Ketua DPC Gabungan Wartawan Indonesia Kabupaten Sambas, hingga menjadi kontributor salah satu stasiun televisi nasional di wilayah tersebut.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari “tangan dingin” Syamsuddin dalam membentuk karakter dan kapasitasnya sebagai seorang jurnalis.
“Seorang pemimpin besar bukan diukur dari seberapa banyak orang yang ia pimpin, tetapi dari seberapa banyak ia mampu melahirkan pemimpin-pemimpin baru. Dan Syamsuddin adalah bukti nyata dari hal tersebut,” tegas Radiman.
Apresiasi di Hari Pers Nasional
Di momen Hari Kebebasan Pers Sedunia ini, Radiman juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas segala ilmu, kepercayaan, serta dorongan yang telah diberikan selama ini.
Semangat kebebasan pers diharapkan terus hidup, seiring lahirnya jurnalis-jurnalis muda yang berintegritas dan bertanggung jawab, berkat bimbingan para senior yang tulus seperti Syamsuddin.
Salam Kebebasan Pers Sedunia







