Kepala Sekolah Lea Ansanay : “Dana Ini Untuk Meringankan Orang Tua, Bukan Untuk Hal Lain. Gunakan Tepat Sasaran Untuk Pendidikan Anak”*

JAYAPURA, wartadetik.com — SMA Negeri 2 Jayapura menggelar rapat sosialisasi penyaluran dana BOSDA (Bantuan Operasional Sekolah Daerah) bersama orang tua murid, Jumat (6/11/2026). Rapat yang dipimpin langsung Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Jayapura, *Lea Ansanay, S.Pd., M.Si*, ini menjadi forum transparansi dan akuntabilitas publik atas dana bantuan Pemerintah Kota Jayapura.

Pertemuan ini diselenggarakan untuk mensosialisasikan peruntukan dana, kebijakan keringanan biaya bagi siswa kurang mampu, serta pentingnya sinergi antara orang tua dan sekolah dalam mendukung pendidikan dan pembinaan perilaku siswa.

Hadir dalam rapat tersebut pihak manajemen sekolah, Ketua Komite SMA Negeri 2 Jayapura, dan ratusan orang tua murid.

### Data Valid, Anggaran Jelas: 851 Siswa Terima Rp791.280.446

Dalam pemaparannya, Lea Ansanay menyampaikan data secara terbuka dan terverifikasi.

Dari *951 data awal*, setelah melalui proses verifikasi yang ketat, tercatat *865 murid*. Setelah dikurangi siswa yang pindah, jumlah penerima yang valid adalah *851 murid*.

Total dana BOSDA yang diterima SMA Negeri 2 Jayapura adalah *Rp791.280.446*.

> “Kami verifikasi satu per satu. Yang pindah tidak kami masukkan. Yang tersisa 851 siswa ini adalah yang berhak. Sisa dana dari murid yang sudah pindah akan kami kembalikan ke kas daerah. Tidak ada yang kami sembunyikan,” tegas Lea Ansanay.

Dana tersebut akan segera disalurkan kepada 851 murid yang telah terverifikasi, sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang berlaku.

### Peruntukan Dana: Untuk Seragam dan Uang Komite, Bukan Untuk Lainnya

Dana BOSDA digunakan untuk meringankan beban orang tua terkait kebutuhan personal siswa, khususnya:

– *Uang komite*
– *Seragam batik dan olahraga untuk kelas 10*
– *Penggantian seragam untuk kelas 11 dan 12*

Sekolah menegaskan, dana bantuan harus digunakan sesuai peruntukannya — untuk kebutuhan pendidikan anak, bukan untuk hal lain.

Selain BOSDA, sekolah juga mengingatkan adanya bantuan lain seperti *PIP (Program Indonesia Pintar) dari Pemerintah Pusat* dan *bantuan dari Dinas Sosial* yang harus digunakan tepat sasaran untuk kebutuhan pendidikan. Untuk bantuan Dinas Sosial, absensi dan prestasi siswa akan terus dimonitor sebagai syarat penerimaan bantuan.

### Kebijakan Keringanan yang Berpihak pada yang Lemah

Inilah kebijakan yang paling diapresiasi orang tua: SMA Negeri 2 Jayapura menetapkan kebijakan keringanan yang humanis dan berpihak pada siswa yang membutuhkan.

*1. Siswa Kurang Mampu:* Diberikan keringanan biaya.
*2. Siswa Yatim/Piatu:* Diberikan keringanan khusus.
*3. Siswa Yatim Piatu dan Kategori Port Numbay:* *Dibebaskan dari tagihan komite hingga lulus kelas 12.*

> “Bagi anak-anak kita yang yatim piatu dan Port Numbay, sekolah membebaskan komite sampai lulus. Ini komitmen kami. Jangan sampai ada anak yang putus sekolah karena biaya,” ujar Lea Ansanay, disambut tepuk tangan orang tua.

### Pembinaan Siswa: Kolaborasi Orang Tua dan Wali Kelas

Selain soal dana, rapat juga membahas pembinaan siswa. Sekolah memberikan perhatian khusus bagi siswa — terutama Orang Asli Papua (OAP) — yang masih kurang tertib.

Sekolah menekankan pentingnya kolaborasi orang tua dan wali kelas untuk memantau pergaulan siswa. Orang tua diminta meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak dan aktif berkomunikasi dengan wali kelas.

Sekolah juga akan memastikan penyaluran dana tepat sasaran dan memantau dampak bantuan terhadap peningkatan prestasi siswa.

### Ketua Komite: “Terima Kasih Pemkot, Lingkungan 90% Bentuk Karakter Siswa”

Sementara itu, *Ketua Komite SMA Negeri 2 Jayapura* menyampaikan apresiasi atas penyaluran dana bantuan sosial (Bansos/BOSDA) dari Pemerintah Kota Jayapura kepada siswa-siswi SMA Negeri 2 Jayapura, khususnya bagi siswa Orang Asli Papua (OAP).

> “Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota dan pihak sekolah atas perhatian dan dukungan finansial yang diberikan untuk menunjang prestasi siswa. Dana ini sangat membantu orang tua,” ujar Ketua Komite.

Pihak komite juga menyoroti pentingnya peran lingkungan dalam membentuk karakter siswa. Menurut komite, *90% karakter siswa dibentuk oleh lingkungan*.

Kenakalan siswa yang masih dalam batas wajar, kata komite, dianggap sebagai bagian dari proses pembinaan yang harus terus dilakukan oleh pihak sekolah dengan pendekatan yang edukatif, bukan dengan kekerasan.

Dana bantuan diharapkan menjadi motivasi bagi siswa untuk lebih giat belajar dan meningkatkan prestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

### Komitmen dan Langkah Berikutnya

Rapat sosialisasi ini menghasilkan komitmen bersama:

*Dari Orang Tua:*
– Menggunakan dana bantuan sesuai peruntukannya untuk kebutuhan pendidikan anak.
– Meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak dan aktif berkomunikasi dengan wali kelas.

*Dari Sekolah:*
– Melakukan distribusi dana BOSDA kepada orang tua murid sesuai juknis yang berlaku.
– Memastikan penyaluran dana tepat sasaran.
– Melakukan monitoring berkelanjutan terhadap absensi dan prestasi siswa.
– Melanjutkan bimbingan dan pengawasan kepada siswa, termasuk pendekatan khusus bagi siswa yang memerlukan pembinaan perilaku.
– Membangun komunikasi rutin antara pihak sekolah dan orang tua untuk meminimalisir masalah kedisiplinan siswa.

*Dari Komite:*
– Mendukung penuh kebijakan penyaluran dana bantuan sebagai instrumen untuk meningkatkan prestasi siswa.

Langkah berikutnya adalah memantau perkembangan prestasi siswa setelah diterimanya dana bantuan, serta melanjutkan sinergi antara pihak sekolah, komite, dan pemerintah dalam mendukung keberlangsungan pendidikan siswa di SMA Negeri 2 Jayapura.

Dengan transparansi data, keberpihakan pada siswa yatim piatu dan Port Numbay, serta kolaborasi yang kuat antara sekolah, komite, dan orang tua, SMA Negeri 2 Jayapura menegaskan komitmennya: tidak ada anak yang tertinggal karena biaya, dan tidak ada anak yang dibiarkan tanpa pembinaan.

 

B R. Korwa