PASAMAN BARAT — Wartadetik.com – Spanduk calon Wali Nagari Koto Sawah nomor urut 3, Eko Saputra, diduga dirusak oleh orang tidak dikenal di kawasan perbatasan Taming dan Kampung Joring, Jorong Koto Sawah, Nagari Ujung Gading, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat Minggu 30 Agustus 2026.

Berdasarkan gambar yang beredar luas di media sosial, terlihat kondisi spanduk dalam keadaan rusak parah. Pada spanduk tersebut tampak terdapat dua irisan vertikal dan satu irisan horizontal memanjang. Hal itu menyebabkan hampir semua bagian permukaan spanduk robek.

Salah seorang Panitia Pemilihan Wali Nagari (PPWN) Koto Sawah, Ahmad Rifai, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyayangkan tindakan perusakan yang terjadi di tengah tahapan pelaksanaan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana).

Meski demikian, Rifai mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh kejadian tersebut. Ia meminta seluruh warga tetap menjaga persatuan dan kesatuan agar pelaksanaan Pilwana berjalan aman dan kondusif.

“Jangan terprovokasi, tetap jaga persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat kita. Mari kita wujudkan Pilwana Badunsanak dengan menghormati norma adat dan agama, juga mematuhi UU Negara Republik Indonesia,” ujar Rifai.

Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada pihak Panitia apabila melihat atau mengetahui kejadian serupa, sehingga persoalan tersebut dapat ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, calon Wali Nagari Koto Sawah nomor urut 3, Eko Saputra, menanggapi dugaan perusakan spanduk miliknya dengan tenang.

Menurut Eko, kejadian tersebut merupakan bagian dari dinamika dalam sebuah kompetisi. Namun, ia berharap tindakan serupa tidak kembali terjadi dan tidak sampai merusak hubungan silaturahmi antarwarga.

“Tidak masalah, itu biasa dalam kompetisi. Namun, kita berharap ke depannya jangan terjadi lagi karena ini kompetisi dalam jorong. Jangan sampai silaturahmi kita rusak,” ujar Eko.

Eko juga berharap dugaan perusakan tersebut tidak dilakukan oleh pendukung pasangan calon lain. Ia mengaku tidak ingin menuduh pihak tertentu sebelum diketahui secara pasti siapa yang melakukan tindakan tersebut.

“Kita berharap itu bukan dari pihak atau pendukung pasangan calon lain. Mungkin hanya iseng-iseng anak yang nongkrong di daerah itu,” katanya.

Lebih lanjut, Eko mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama masa kampanye hingga pelaksanaan pemilihan wali nagari.

Ia meminta semua pihak menghindari tindakan provokatif yang dapat memicu konflik di tengah masyarakat.

“Mari sama-sama kita menjaga situasi kondusif dan menghormati setiap pasangan calon. Biarkan masyarakat yang menentukan siapa yang layak memimpin Koto Sawah, bukan dengan tindakan yang dapat merugikan salah satu pasangan calon ataupun perusakan spanduk,” tuturnya.

Eko menegaskan, seluruh pasangan calon merupakan bagian dari masyarakat Koto Sawah dan memiliki hubungan kekeluargaan. Karena itu, menurutnya, perbedaan pilihan dalam Pilwana tidak seharusnya menjadi alasan untuk memutus tali silaturahmi.

“Kita semua di masyarakat Koto Sawah sudah keluarga. Semua pasangan calon ini adalah saudara kita, asli masyarakat yang sedaerah dan sekampung,” katanya.

Ia mengatakan, dirinya memandang masyarakat yang lebih tua sebagai keluarga dan yang lebih muda sebagai saudara. Menurutnya, seluruh calon memiliki tujuan yang sama, yakni membawa Koto Sawah menjadi lebih baik.

“Tujuan utama saya adalah sama-sama memajukan Koto Sawah ke depannya dengan visi dan misi yang sama, yaitu berat sama dipikul, ringan sama dijinjing untuk Koto Sawah yang lebih baik,” pungkas Eko.

 

(MDN)