WARTADETIK.COM.SUMENEP – Penampilan memukau kelompok Kerawitan Cilik SDN Pinggir Papas II, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, menjadi salah satu magnet utama dalam acara Pelepasan dan Wisuda Siswa-Siswi Kelas VI Tahun Pelajaran 2025/2026 yang berlangsung meriah dan penuh haru.
Di tengah kemegahan acara yang dihiasi layar videotron raksasa, gemerlap kembang api, prosesi wisuda, serta beragam pertunjukan seni, kehadiran para penabuh cilik dari kelas IV SDN Pinggir Papas II berhasil mencuri perhatian ratusan tamu undangan dan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Alunan gamelan yang dimainkan dengan penuh penghayatan mengiringi berbagai rangkaian acara, mulai dari penyambutan tamu kehormatan, perpindahan sesi kegiatan, hingga mengiringi penampilan Tari Mangsangkal dan Tari Topeng yang menjadi bagian penting dalam pentas seni pelepasan siswa.
Suara tabuhan yang berpadu harmonis dengan nuansa budaya Madura menghadirkan suasana yang khidmat sekaligus membanggakan. Tepuk tangan dan apresiasi terus mengalir dari para hadirin yang terdiri dari unsur Pemerintah Desa, Komite Sekolah, pengawas pendidikan, tokoh masyarakat, wali murid, hingga masyarakat dari berbagai desa sekitar.
Keberhasilan penampilan tersebut tidak terlepas dari pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Pembina Kerawitan SDN Pinggir Papas II, H. Syami’udin.
Menurut H. Syami’udin, keterlibatan siswa dalam seni kerawitan bukan sekadar untuk tampil di atas panggung, melainkan menjadi sarana membentuk karakter sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap budaya daerahnya sendiri. Kerawitan mengajarkan kedisiplinan, kerja sama, kesabaran, dan rasa tanggung jawab. Alhamdulillah, mereka mampu tampil maksimal dan mendapat apresiasi luar biasa dari masyarakat,” ujar H. Syami’udin.
Ia menambahkan, antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler kerawitan terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan seni budaya di sekolah. Kami berharap kerawitan cilik SDN Pinggir Papas II dapat menjadi generasi penerus yang menjaga dan melestarikan warisan budaya Madura,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SDN Pinggir Papas II, A. Yudi Hadi Purnomo, menyampaikan rasa bangga atas penampilan para siswa yang dinilai menjadi bukti keberhasilan program pengembangan bakat dan karakter di lingkungan sekolah.
“Penampilan kerawitan cilik pada malam pelepasan ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada nilai akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya lokal. Anak-anak telah menunjukkan kemampuan yang sangat membanggakan,” ungkapnya.
Menurutnya, sekolah akan terus memberikan ruang bagi peserta didik untuk berkembang melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang positif dan produktif.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung seluruh potensi siswa, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Prestasi seni seperti ini menjadi kebanggaan bersama dan membuktikan bahwa sekolah dasar mampu melahirkan generasi yang berprestasi sekaligus berbudaya,” tegas A. Yudi Hadi Purnomo.
Selain penampilan kerawitan, acara pelepasan siswa kelas VI juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni lainnya seperti tari kreasi, penampilan vokal solo, prosesi pengalungan wisuda, serta penyerahan piala dan sertifikat penghargaan kepada siswa-siswi berprestasi dari kelas I hingga kelas VI.
Kemegahan acara semakin terasa dengan dukungan teknologi videotron yang menampilkan dokumentasi perjalanan pendidikan para siswa selama menempuh pendidikan di SDN Pinggir Papas II. Sementara letusan kembang api yang menghiasi langit malam menambah suasana menjadi semakin meriah, spektakuler, dan berkesan.
Lebih dari sekadar seremoni pelepasan, kegiatan ini menjadi momentum penting yang menunjukkan bahwa pelestarian budaya daerah dapat dimulai sejak usia dini. Melalui tangan-tangan mungil para penabuh cilik, SDN Pinggir Papas II telah membuktikan bahwa seni tradisi tetap hidup, dicintai, dan memiliki masa depan yang cerah di tengah arus modernisasi.







