Biak- Wartadetik.com – 19.10.26. Pengelola stand Mansurbabo Edison Randongkir memamerkan berbagai seni ukiran adat biak yang terkenal perahu Mansusu, Konon perahu ini dipakai oleh suku Biak sebagai perahu perang yang muka belakang nya sama, perahu ini sebagai fasilitas transportasi laut orang biak pada zaman dahulu untuk berlayar bahkan berperang hingga ke pasifik sehingga dikenal sebagai Viking Utara, ungkapnya Edison Randongkir sebagai pengelola. Dikatakan seniman dan pengrajin lokal Biak dalam pameran karya seni budaya harus terus mengekspos hasil karya benda-benda ukiran adat biak yang belum diketahui oleh dunia luar agar supaya diketahui bahwa biak kaya akan nilai adat tersendiri.

Fokus utamanya adalah kekhawatiran terhadap memudarnya minat generasi muda terhadap bahasa, nyanyian, dan benda budaya khas Biak, serta upaya untuk melestarikannya melalui kegiatan pameran.

Memang, muda-mudi milineal sekarang kurang berminat sekali apalagi melestarikan nya, hal ini menjadi kendala dalam pelestarian karena adat dan budaya adalah jati diri suatu suku yang pada mulanya suku itu berekspresi terhadap aktivitasnya sehari dan kalau kita muda-mudi tidak peduli maka kita akan kehilangan jati diri adat dan budaya.

Awak media online mampir dibeberapa stand lainnya yang mengekspos benda-benda ukiran adat dan budaya juga memberikan komentar yang sama akan kepedulian budaya yang hampir jarang diketahui oleh orang lain bahkan suku itu sendiri karena termakan dengan dunia milineal sehingga kadang budaya mereka sendiri mereka tidak tahu, terutama bahasa daerah, ujarnya.

Berbagai karya budaya seperti perahu Mansusu dan wairon, patung, mahkota, kalung, tifa, pakaian adat, dan benda budaya lainnya dipamerkan sebagai item-item yang setiap festival dipamerkan terus setiap tahunnya di biak bahkan juga ditempat lain.

Krisis identitas Budaya, adanya keprihatinan bahwa bahasa, nyanyian, dan benda budaya Biak sudah tidak dominan dan kurang diminati oleh generasi muda sehingga Pentingnya Pelestarian Benda budaya, bahasa, dan nyanyian adalah karakter dan jati diri masyarakat Biak yang harus dijaga agar tidak punah pada masa mendatang mengingat pengaruh modernisasi membuat banyak budaya terkikis akibat gesekan budaya lain yang masuk membuat kita lupa akan budaya sendiri.

Ditegaskan juga dukungan, perhatian Pemerintah Kabupaten Biak Numfor untuk keberlangsungan kegiatan pelestarian budaya senantiasa digalakan agar supaya terus terjaga.

Para seniman berkomitmen untuk terus menghadirkan karya seni dan pertunjukan lagu berbahasa Biak dalam setiap kesempatan pameran sebagai bentuk edukasi budaya. Penyampaian aspirasi kepada pemerintah daerah agar memberikan perhatian lebih serius terhadap pengembangan seni dan budaya lokal sebagai arsip dan promosi karya seni dan pertunjukan budaya untuk menarik minat generasi muda.

Terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Biak Numfor yang sudah membantu untuk meningkatkan dukungan, motivasi, dan fasilitasi bagi para pelaku seni agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan serta
Memperkuat kolaborasi antar seniman untuk terus mengangkat jati diri budaya Biak di masa depan.

 

Penulis: B R Korwa