WARTADETIK.COM.SUMENEP – Transformasi digital di sektor pendidikan tidak hanya menyentuh proses belajar mengajar, tetapi juga tata kelola administrasi sekolah. Menjawab tantangan tersebut, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Gapura menggelar Workshop Aplikasi Srikandi bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumenep, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula SDN Gapura Barat I itu diikuti 50 peserta dari seluruh sekolah dasar se-Kecamatan Gapura. Peserta terdiri dari kepala sekolah, admin sekolah, hingga pengelola persuratan yang menjadi ujung tombak pelayanan administrasi di masing-masing satuan pendidikan.
Workshop ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM) sekolah menghadapi implementasi aplikasi Srikandi (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi) yang kini menjadi bagian penting dalam tata kelola pemerintahan berbasis elektronik.
Sebagai narasumber, Sugiarto memberikan pendampingan teknis mengenai penggunaan aplikasi Srikandi, pengelolaan arsip digital, hingga mekanisme persuratan elektronik yang sesuai dengan standar administrasi pemerintahan modern.
Ketua K3S Kecamatan Gapura, Subaidi, mengatakan bahwa digitalisasi administrasi sekolah merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.
“Sekolah harus mampu beradaptasi dengan perubahan. Melalui workshop ini kami ingin memastikan seluruh kepala sekolah dan pengelola administrasi memahami sistem persuratan digital sehingga pelayanan administrasi menjadi lebih efektif, tertib, dan akuntabel,” kata Subaidi.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi sekolah dasar saat ini cukup kompleks, terutama karena sebagian besar sekolah belum memiliki tenaga tata usaha yang memadai.
“Karena itu kepala sekolah dan pengelola administrasi perlu memiliki kompetensi tambahan dalam pengelolaan arsip serta persuratan elektronik. Dengan begitu, proses administrasi tetap berjalan optimal meskipun keterbatasan SDM masih menjadi tantangan,” ujarnya.
Sementara itu, Pengawas Bina Kecamatan Gapura, Rahmi Maulida, menilai peningkatan kapasitas SDM menjadi faktor utama dalam menyukseskan transformasi digital di lingkungan pendidikan.
“Transformasi digital tidak cukup hanya menghadirkan aplikasi baru. Yang lebih penting adalah kesiapan sumber daya manusianya. Workshop seperti ini sangat membantu sekolah untuk beradaptasi dengan sistem kerja yang semakin modern dan terintegrasi,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Moh. Kasim. Ia menegaskan bahwa digitalisasi sekolah harus mencakup seluruh aspek pengelolaan lembaga pendidikan, termasuk administrasi dan kearsipan.
“Digitalisasi bukan hanya berbicara tentang pembelajaran berbasis teknologi. Administrasi sekolah juga harus bertransformasi agar lebih cepat, efisien, dan profesional. Penguasaan aplikasi Srikandi menjadi salah satu kebutuhan penting bagi sekolah saat ini,” ungkapnya.
Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta selama workshop dapat langsung diterapkan di sekolah masing-masing sehingga pengelolaan arsip dan persuratan menjadi lebih tertata serta mendukung pelayanan publik yang berkualitas.
Melalui kegiatan tersebut, K3S Kecamatan Gapura menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan transformasi digital pendidikan di Kabupaten Sumenep. Langkah ini sekaligus menjadi upaya menciptakan sistem administrasi sekolah yang modern, transparan, dan berkelanjutan di era pemerintahan berbasis digital.







