WARTADETIK.COM.SUMENEP – Komitmen mencetak generasi Qurani yang berakhlak mulia terus diperkuat Rumah Barokah Qur’an Kabupaten Sumenep. Hal itu ditunjukkan melalui penyelenggaraan Tasyakkuran VIII Hifdzul Qur’an Juz 30, 2 Juz hingga 9 Juz Majelis Tahfidz sekaligus Lepas Kenang TK B Angkatan VIII Tahun Pelajaran 2025–2026 yang berlangsung di Gedung Korpri Kabupaten Sumenep, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Sumenep, KH Abdul Wasid, M.Pd.I., perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, wali santri, wali murid, dewan guru, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Acara ini menjadi momentum penting bagi para santri tahfidz yang berhasil menyelesaikan target hafalan Al-Qur’an serta siswa TK B yang telah menuntaskan pendidikan anak usia dini sebelum melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Kepala Sekolah Rumah Barokah Qur’an, Nursyamsiati, S.E., mengatakan bahwa tasyakkuran tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas capaian para peserta didik yang selama ini menjalani proses pendidikan dan pembinaan secara intensif.

“Momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk syukur atas ikhtiar panjang yang dilakukan anak-anak, guru, dan orang tua dalam membangun kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini,” ujarnya.

Menurut dia, keberhasilan para santri menghafal Al-Qur’an menjadi bukti bahwa pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keislaman dapat ditanamkan secara efektif sejak masa kanak-kanak.

“Kami berharap anak-anak yang hari ini mengikuti tasyakkuran mampu menjaga hafalannya, melanjutkan pendidikan dengan baik, dan tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia serta membawa manfaat bagi masyarakat,” kata Nursyamsiati.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kankemenag Kabupaten Sumenep, KH Abdul Wasid, memberikan apresiasi terhadap konsistensi Rumah Barokah Qur’an dalam membangun pendidikan berbasis Al-Qur’an di Kabupaten Sumenep.

Menurutnya, tantangan zaman yang semakin kompleks membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul dalam aspek intelektual, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual dan moral yang kokoh.

“Rumah Barokah Qur’an telah menunjukkan kontribusi nyata dalam menyiapkan generasi masa depan yang dekat dengan Al-Qur’an. Ini adalah investasi sumber daya manusia yang sangat berharga bagi daerah maupun bangsa,” ungkapnya.

KH Abdul Wasid menegaskan, keberhasilan pendidikan anak tidak bisa dilepaskan dari peran keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama dan utama.

“Kolaborasi antara lembaga pendidikan dan orang tua harus terus diperkuat. Ketika nilai-nilai Al-Qur’an yang diajarkan di sekolah dilanjutkan dalam kehidupan keluarga, maka akan lahir generasi yang memiliki karakter kuat, disiplin, dan berintegritas,” tegas Abdul Wasid.

Sementara itu, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep menilai Rumah Barokah Qur’an telah mengambil peran strategis dalam mendukung pembangunan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang mengintegrasikan aspek akademik, spiritual, dan pembentukan karakter.

“Model pendidikan seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan saat ini. Anak-anak tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga fondasi moral dan karakter yang menjadi bekal penting menghadapi masa depan,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan berlangsung meriah dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, penampilan santri dan siswa, penyerahan sertifikat hafalan, hingga prosesi lepas kenang siswa TK B Angkatan VIII.

Suasana haru tampak menyelimuti ruangan ketika para siswa menerima penghargaan dan kenang-kenangan sebagai simbol berakhirnya masa pendidikan mereka di Rumah Barokah Qur’an. Sejumlah orang tua terlihat menahan haru saat menyaksikan putra-putri mereka berdiri di atas panggung membawa capaian yang membanggakan.

Melalui penyelenggaraan Tasyakkuran VIII ini, Rumah Barokah Qur’an kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan yang berkomitmen melahirkan generasi Qurani yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi utama kehidupan.