WARTADETIK.COM.SUMENEP – Di tengah derasnya arus modernisasi yang kian menggerus perhatian generasi muda terhadap warisan budaya, Helmi Art Museum Sumenep kembali menghadirkan sebuah mahakarya edukatif bertajuk “Keanekaragaman Warangka Keris Sumenep”, sebuah pameran visual yang menampilkan ragam bentuk warangka keris khas Madura yang sarat nilai sejarah, filosofi, dan identitas budaya.
Melalui koleksi yang ditampilkan, masyarakat diajak menyelami kekayaan seni warangka keris Sumenep yang selama berabad-abad menjadi simbol kehormatan, kearifan lokal, sekaligus bukti tingginya peradaban masyarakat Madura. Berbagai jenis warangka seperti Pattani, Nam Nam, Dung Dung, Dang Odang, Daunan, Macan, Manok, Daunan Ratoh, Jurigen, Sandang Walikat, Jaran, hingga Sarron diperkenalkan kepada publik dalam satu bingkai edukasi budaya yang menarik dan informatif.
Owner Helmi Art Museum Sumenep, Helmi SPdI, mengatakan bahwa warangka keris bukan sekadar pelengkap senjata tradisional, melainkan karya seni adiluhung yang menyimpan pesan budaya dan identitas leluhur Madura.
“Setiap warangka memiliki karakter, filosofi, dan cerita yang berbeda. Di balik ukiran dan bentuknya tersimpan jejak perjalanan sejarah masyarakat Sumenep yang harus dikenalkan kepada generasi masa kini,” kata Helmi, Kamis (18/06/2026)
Menurutnya, keberagaman bentuk warangka yang berkembang di Sumenep menunjukkan tingginya kemampuan para empu dan perajin masa lampau dalam menciptakan karya yang tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga mengandung makna simbolik yang mendalam.
“Warangka keris adalah identitas budaya. Ketika masyarakat memahami makna di balik setiap bentuk warangka, maka sesungguhnya mereka sedang memahami sejarah dan jati diri bangsanya sendiri,” tegasnya.
Helmi menjelaskan, selama ini masyarakat lebih banyak mengenal bilah keris, sementara warangka yang menjadi bagian penting dari keseluruhan pusaka justru sering luput dari perhatian. Padahal, warangka memiliki fungsi sosial dan filosofi yang sangat kuat dalam kehidupan masyarakat tradisional.
Pameran visual yang disajikan Helmi Art Museum Sumenep menjadi upaya konkret untuk memperluas literasi budaya sekaligus memperkenalkan ragam warangka keris Sumenep kepada masyarakat nasional maupun internasional.
“Kami ingin museum tidak hanya menjadi tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga menjadi ruang belajar yang hidup. Melalui visualisasi koleksi seperti ini, masyarakat dapat lebih mudah memahami kekayaan budaya yang dimiliki Kabupaten Sumenep,” jelas Helmi.
Sebagai daerah yang dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan keris di Nusantara, Sumenep memiliki warisan budaya yang sangat kaya. Tidak hanya bilah keris yang mendunia, tetapi juga seni pembuatan warangka yang berkembang secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dalam tradisi masyarakat Madura.
Lebih lanjut Helmi berharap upaya pelestarian budaya yang dilakukan melalui museum dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk lebih mencintai dan menjaga warisan leluhur.
“Pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan menyimpan koleksi. Yang lebih penting adalah mengenalkan, menceritakan, dan menanamkan rasa bangga kepada generasi muda agar warisan leluhur tetap hidup sepanjang zaman,” pungkasnya.
Keberadaan Helmi Art Museum Sumenep kini tidak hanya menjadi pusat dokumentasi sejarah keris dan pusaka Nusantara, tetapi juga berkembang sebagai ruang edukasi budaya yang aktif mengenalkan berbagai aspek perkerisan, termasuk keunikan warangka keris Sumenep yang menjadi kebanggaan masyarakat Madura.
Dengan hadirnya pameran Keanekaragaman Warangka Keris Sumenep, museum ini kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga, merawat, dan memperkenalkan kekayaan budaya bangsa kepada dunia, sekaligus memperkuat posisi Sumenep sebagai salah satu pusat warisan keris terpenting di Indonesia.







