WARTADETIK
Kejahatan menggunakan senjata busur kembali mencoreng keamanan Kota Makassar. Peristiwa memprihatinkan ini terjadi pada Minggu (31/05/2026) malam sekitar pukul 20.15 WITA, menimpa seorang warga di kawasan Jalan Daeng Tata, sekitar Kompleks Hartaco.
Pelaku yang diduga sekelompok orang tak dikenal bergerak dengan cepat dan langsung melarikan diri usai melancarkan aksinya.
Korban dalam insiden ini diketahui bernama Eko, yang juga dikenal sebagai kader MPC Kiwal Garuda Hitam. Peristiwa ini sontak memicu gelombang keprihatinan sekaligus kemarahan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk Perserikatan Jurnalis Siber Indonesia (PERJOSI) yang menilai kejahatan semacam ini sudah terlalu sering terjadi namun belum tertangani dengan tuntas.
Kepala Bidang Kerja Sama PERJOSI, Nursan M.Z, dengan tegas mengecam keras tindakan penyerangan tersebut. Menurutnya, aksi ini sangat meresahkan, mengganggu rasa aman, serta melanggar ketertiban umum di wilayah Makassar.
Kejadian ini juga menjadi bukti nyata bahwa keberadaan kelompok yang kerap menggunakan senjata berbahaya masih marak berkeliaran.
“Kami dari PERJOSI mengecam keras perbuatan pembusuran yang menimpa saudara kami, Pak Eko. Ini sudah berulang kali terjadi dan sangat meresahkan masyarakat.
Keamanan warga harus jadi prioritas utama bagi aparat penegak hukum,” tegas Nursan saat dikonfirmasi, Minggu malam.
Ia menambahkan, keberadaan kelompok atau oknum yang kerap menggunakan senjata busur maupun senjata tajam lainnya di jalanan semakin menimbulkan kekhawatiran.
Modus operandi yang sering dilakukan secara acak dan serampangan dinilai sangat membahayakan siapa saja yang sedang melintas atau beraktivitas di jalan raya, terutama pada malam hari.
Merespons kejadian ini, masyarakat sekitar dan warga Makassar luas pun berharap instansi terkait dan aparat kepolisian segera bertindak tegas.
Warga menuntut adanya langkah nyata, peningkatan intensitas patroli di titik-titik rawan, serta penindakan keras agar kasus serupa tidak terus berulang dan membuat warga merasa ketakutan beraktivitas di malam hari.
“Kami minta aparat tidak hanya diam atau sekadar mencatat laporan, tapi segera cari dan tangkap pelakunya.
Jangan sampai kejahatan ini dianggap hal biasa, karena nyawa dan keselamatan warga adalah taruhannya yang paling utama,” tambah Nursan mewakili sikap organisasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi maupun tanggapan langsung dari pihak kepolisian terkait insiden terbaru ini.
Masyarakat pun kini menunggu langkah nyata dan kecepatan respons dari pihak berwenang demi memulihkan kembali rasa aman dan ketenteraman di Kota Makassar.







