WARTADETIK.COM.SUMENEP – Malam telah larut ketika sejumlah tokoh pesantren berkumpul di kediaman K.H. Muhammad Ali Fikri, M.Pd.I., di lingkungan Pondok Pesantren Annuqayah, Kabupaten Sumenep. Namun suasana hangat yang terbangun dalam pertemuan itu justru semakin hidup hingga menjelang waktu Subuh.

Pertemuan yang berlangsung pada Kamis malam, 17 Juni 2026, tersebut menjadi bagian dari agenda Safari Pengobatan dan Road Show Pesantren yang dilakukan tokoh nasional sekaligus Ketua Lembaga Ketabiban dan Pengobatan Alternatif PW PSNU Jawa Timur, Ki Ageng Purwo.

Selain K.H. Muhammad Ali Fikri, sejumlah tokoh pesantren turut hadir dalam silaturahmi tersebut, di antaranya K. Moh. Syauqi Ishomuddin, K. Khalid Abbasi, K. Faidi, dan K. Ubaidillah Tsabit, M.A. Berbagai persoalan umat, peran pesantren, hingga kesehatan para ulama menjadi topik utama yang dibicarakan dalam forum yang berlangsung hampir semalam suntuk itu.

Di hadapan para kiai, Ki Ageng Purwo menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi kesehatan para ulama dan pengasuh pesantren yang selama ini menjadi tumpuan masyarakat dalam berbagai persoalan kehidupan.

“Kami sangat prihatin terhadap kondisi kesehatan para ulama dan kiai pesantren. Mereka adalah penjaga moral umat yang hampir tidak pernah memiliki waktu istirahat yang cukup karena selalu hadir melayani masyarakat selama 24 jam,” kata Ki Ageng Purwo.

Menurut dia, perhatian terhadap kesehatan para ulama tidak boleh dipandang sebagai persoalan pribadi semata. Di balik sosok seorang kiai, terdapat tanggung jawab besar dalam membimbing kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat.

“Ketika seorang kiai sakit atau mengalami penurunan kesehatan, yang terdampak bukan hanya keluarga dan pesantrennya, tetapi juga masyarakat yang selama ini mendapatkan bimbingan dan pelayanan dari beliau,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Ki Ageng Purwo, diperlukan langkah nyata untuk memperkuat sistem pendampingan kesehatan dan spiritual di lingkungan pesantren. Salah satu gagasan yang tengah disiapkan adalah pembentukan Spiritual Pagar Nusa Dunia Cabang Sumenep yang direncanakan berpusat di Kecamatan Gapura.

Pembentukan organisasi tersebut, kata dia, bukan sekadar pengembangan kelembagaan, melainkan bagian dari ikhtiar memperkuat pelayanan spiritual dan kesehatan alternatif berbasis pesantren.

“Kami ingin menghadirkan wadah yang dapat memperkuat pelayanan kesehatan spiritual bagi masyarakat dan kalangan pesantren. Setelah terbentuk nanti, kami akan mengembangkan program pelatihan bagi pesantren-pesantren Nahdlatul Ulama di Kabupaten Sumenep melalui konsep Satu Kiai Satu Tabib Spiritual,” tutup Ki Ageng Purwo,

Program tersebut diharapkan mampu mencetak kader-kader pendamping kesehatan spiritual yang dapat membantu para pengasuh pesantren dalam memberikan pelayanan kepada santri maupun masyarakat sekitar.

Sementara itu, tuan rumah pertemuan, K.H. Muhammad Ali Fikri, M.Pd.I., menyambut baik gagasan yang disampaikan Ki Ageng Purwo. Menurutnya, pesantren memang membutuhkan penguatan di bidang kesehatan dan pendampingan spiritual agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih maksimal.

“Kami menyambut baik inisiatif ini. Pesantren memiliki peran yang sangat dekat dengan masyarakat, sehingga penguatan kesehatan dan pendampingan spiritual menjadi kebutuhan yang penting untuk mendukung keberlangsungan pelayanan umat,” ujar K.H. Muhammad Ali Fikri.

Bagi kalangan pesantren, silaturahmi tersebut bukan sekadar pertemuan biasa. Di tengah tantangan zaman yang terus berubah, forum itu menjadi ruang bertemunya gagasan dan ikhtiar untuk menjaga keberlangsungan peran ulama sebagai penuntun kehidupan umat, sekaligus memastikan mereka tetap sehat dalam menjalankan amanah yang tak pernah mengenal batas waktu.