WARTADETIK.COM.SUMENEP – Anggota DPRD Kabupaten Sumenep dari Fraksi PDI Perjuangan, Nia Kurnia Fauzi, kembali menyalurkan program beasiswa pendidikan bagi mahasiswa di Kabupaten Sumenep.

Tahun 2026, sebanyak 40 mahasiswa dari wilayah Kecamatan Kota Sumenep, Kalianget, Talango, dan Batuan menerima bantuan pendidikan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui program pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD.

Penyerahan beasiswa dilakukan secara simbolis di kediaman Nia Kurnia Fauzi di Desa Torbang, Kecamatan Batuan, Kamis, 25 Juni 2026.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pemerataan akses pendidikan tinggi di Kabupaten Sumenep, terutama bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Nia mengatakan minat mahasiswa terhadap program beasiswa tersebut terus meningkat setiap tahun. Pada 2026, jumlah pendaftar mencapai sekitar 100 orang.

Namun, setelah melalui proses seleksi administrasi dan verifikasi data, hanya 40 mahasiswa yang dinyatakan memenuhi syarat sebagai penerima bantuan.

“Tahun ini ada 40 mahasiswa yang menerima beasiswa. Pendaftarnya sekitar 100 orang. Sebagian tidak lolos karena sudah pernah menerima bantuan serupa, ada yang anak ASN, dan ada juga yang sudah lulus saat proses realisasi bantuan,” kata Nia.

Menurut anggota Komisi IV DPRD Sumenep itu, program beasiswa telah berjalan secara berkelanjutan sejak 2022. Kebijakan tersebut lahir dari aspirasi masyarakat yang kerap menyampaikan persoalan tingginya biaya pendidikan saat kegiatan reses maupun pertemuan langsung dengan wakil rakyat.

Ia menilai biaya kuliah masih menjadi tantangan bagi sebagian keluarga di Sumenep. Karena itu, dukungan pemerintah melalui program beasiswa dinilai penting untuk memastikan mahasiswa tetap dapat melanjutkan pendidikan hingga tuntas.

“Banyak masyarakat yang mengeluhkan biaya pendidikan. Karena itu saya mengalokasikan program beasiswa ini untuk membantu mahasiswa yang membutuhkan,” ujarnya.

Nia berharap bantuan pendidikan tersebut tidak hanya meringankan beban biaya kuliah mahasiswa, tetapi juga menjadi dorongan agar generasi muda Sumenep mampu meningkatkan prestasi akademik dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah pada masa mendatang.

“Semoga bantuan ini bermanfaat. Belajarlah dengan sungguh-sungguh agar kelak menjadi generasi penerus yang mampu membawa kemajuan bagi Sumenep,” tuturnya.

Salah satu penerima beasiswa, Insani Nur Kamilia, menyebut bantuan tersebut sangat membantu mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan pendidikan di tengah meningkatnya biaya perkuliahan.

Menurut dia, program beasiswa dari DPRD Sumenep itu memberikan kesempatan lebih besar bagi mahasiswa untuk fokus menyelesaikan studi tanpa terbebani persoalan biaya pendidikan.

“Terima kasih kepada Ibu Nia atas bantuan ini. Semoga program beasiswa ini terus berlanjut sehingga semakin banyak mahasiswa yang bisa merasakan manfaatnya,” kata Kamilia.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Sumenep, Dr. R. Abd. Rahman Riadi, meminta para penerima memanfaatkan bantuan sesuai tujuan program.

Ia mengingatkan agar dana beasiswa digunakan untuk menunjang kebutuhan perkuliahan dan pengembangan akademik, bukan untuk kegiatan yang tidak berkaitan dengan pendidikan.

“Gunakan bantuan ini untuk menunjang kebutuhan kuliah dan proses belajar. Jangan digunakan untuk hal yang tidak bermanfaat, apalagi sampai terjerumus pada aktivitas seperti judi online,” ujar Rahman.

Program beasiswa mahasiswa Sumenep yang terus berjalan selama empat tahun terakhir tersebut diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas kesempatan generasi muda dalam mengenyam pendidikan tinggi.