Pasamanbarat//Wartadetik.com. Akibat polusi buruk yang ditimbulkan dari aktivitas  proyek penggantian gorong-gorong di Jorong Padang Timbalun, Nagari Sungai Aur, Kecamatan Sungai Aua, TK aLAmanda terpaksa diliburkan mulai Senin (13/7/2026), warga berharap proyek itu dapat segera diselesaikan.

Tidak hanya berdampak terhadap aktivitas warga, gumpalan debu yang ditimbulkan dari pengerjaan gorong-gorong itu, juga merambat pada proses kegiatan belajar peserta didik di TK Amanda Ampung Padang Sungai Aua.

Meliburkan siswa pada waktu hari Sekolah, merupakan suatu keputusan yang berat bagi Harmiana, sebagai Kepala Sekolah di TK Amanda, ia menyampaikan keputusan tersebut diambil demi menjaga kesehatan anak-anak peserta didik.

“Seharusnya anak-anak masuk sekolah hari ini, Senin, tetapi terpaksa kami liburkan karena banyaknya debu proyek. Kami khawatir anak-anak terkena ISPA,” ujarnya Senin (13 Juli 2026

Berdasarkan keterangan warga, pengerjaan proyek yang dipegang oleh PT Statika itu telah berlangsung hampir dua pekan, selama proses pengerjaan tersebut warga mengeluhkan kondisi jalan yang dipenuhi gumpalan debu setiap harinya.

Defra Irawan, pemilik warung kopi yang berada di sekitar lokasi proyek. Mengeluhkan pasifnya pertanggungjawaban pihak PT Statika dalam menjaga lingkungan setempat, sehingga setiap hari warungnya diselimuti gumpalan debu,

Ia juga mengungkapkan kurangnya manejemen pihak PT dalam mengerjakan proyek tersebut, sehingga menimbulkan dampak terhadap lingkungan masyarakat.

Saat di konfirmasi, perwakilan PT Statika, Acong, mengatakan, berencana akan segera dipercepat melakukan pengaspalan.” Iya bang rencana kami akan kami percepat untuk lakukan aspalnya bg”. Ujarnya.

Sementara Dr. GINA Alecia, S. M.kes saat dimintai konfirmasi tentang langkah Preventif yang akan dilakukan, beliau mengatakan, antisipasi kesehatan peserta didik akan dilakukan secara kordinasi dengan pihak PT dengan melalui Puskesmas Sungai Aua.

“Kami akan koordinasikan dengan pihak PT terkait, dengan melalui Puskesmas Sungai Aur”. Ucap Kadinkes Pasbar.

Menurut Informasi yang dihimpun, pembiaran gumpalan debu yang diakibatkan pengerjaan gorong-gorong di Jorong Padang timbalun Sungai Aur, telah menimbulkan berbagai dampak dimasyarakat, ganguan aktivitas, proses mengajar, bahkan mengancam keselamatan pengendara bermotor.

Hingga saat ini, diketahui sebanyak enam pengendara bermotor telah mengalami kecelakaan dilokasi tersebut.

 

(HMD)