MAKASSAR — Wartadetik.com – Bagi sebagian orang, sekolah mungkin menjadi bagian dari masa lalu. Namun bagi para alumni, sekolah adalah tempat yang menyimpan begitu banyak cerita, persahabatan, sekaligus ikatan yang tak selalu berhenti setelah kelulusan.
Semangat itulah yang kini dibawa Darwis Djafar, S.E., M.Ak., alumni/angkatan 1995, yang menyatakan diri sebagai bakal calon Ketua Ikatan Alumni (IKA) SMP Negeri 21 Makassar.

Dengan membawa semangat “Bergerak Bersama, IKA Solid, untuk Sekolah, untuk Alumni, untuk Negeri”, Darwis ingin menjadikan organisasi alumni bukan sekadar wadah berkumpul, tetapi ruang untuk mempererat silaturahmi, membangun kolaborasi, serta menghadirkan kontribusi yang dapat dirasakan bersama.

Bagi Darwis, kekuatan sebuah organisasi alumni terletak pada kebersamaan. Perbedaan latar belakang, profesi maupun pengalaman para alumni justru dapat menjadi kekuatan apabila dipertemukan dalam semangat yang sama.

“Bersama kita bisa lebih baik,” menjadi salah satu pesan yang ia usung dalam perjalanan menuju Musyawarah Besar IKA SMP Negeri 21 Makassar.

Dari Dunia Birokrasi hingga Wirausaha
Darwis bukan sosok yang hanya mengenal satu dunia. Latar belakang pendidikan ekonomi dan magister akuntansi menjadi bekal dalam perjalanan profesionalnya. Ia menjalani pengabdian sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Kementerian Keuangan Republik Indonesia, sekaligus mengembangkan pengalaman di bidang wirausaha.

Pengalaman tersebut memberinya ruang untuk memahami bagaimana bekerja secara profesional, mengelola tanggung jawab, membangun komunikasi, hingga melihat peluang dan potensi yang dapat dikembangkan.

Di luar aktivitas pekerjaan, Darwis juga memiliki ketertarikan pada seni dan olahraga. Baginya, kehidupan tidak hanya soal pekerjaan dan jabatan, tetapi juga tentang bagaimana menjaga keseimbangan, membangun relasi dan terus membuka ruang untuk belajar.
Pengalaman yang beragam itu kemudian ingin ia bawa dalam pengelolaan IKA SMP Negeri 21 Makassar.

IKA Solid, Alumni Bersinergi Dalam gagasan yang ditawarkan, Darwis menempatkan silaturahmi dan komunikasi antara sesama alumni sebagai salah satu fondasi utama.
Ia mendorong terbentuknya jaringan alumni yang lebih luas, solid dan mampu bersinergi secara positif. Potensi alumni dari berbagai bidang juga dinilai dapat dipetakan sehingga tidak berhenti sebagai data, tetapi dapat menjadi kekuatan untuk melahirkan berbagai program kolaboratif.

Visinya sederhana namun cukup luas: mewujudkan IKA yang solid, modern dan inspiratif; membangun jaringan alumni yang luas; meningkatkan kualitas hubungan sekolah dan alumni; serta menghadirkan program yang memberi kontribusi nyata bagi sekolah, alumni dan masyarakat.

Sementara itu, misi yang diusung diarahkan pada penguatan komunikasi, pemetaan potensi alumni, pengembangan kolaborasi, serta peningkatan kualitas organisasi agar tetap relevan menghadapi perubahan zaman.

Untuk Sekolah, Alumni dan Negeri
Bagi Darwis, menjadi alumni bukan sekadar menyandang nama angkatan. Ada tanggung jawab moral untuk ikut menjaga hubungan baik dengan sekolah dan sesama alumni.

Karena itu, gagasan yang dibawanya tidak hanya berbicara mengenai organisasi, tetapi juga bagaimana alumni dapat hadir melalui karya dan kontribusi.

“Untuk Sekolah, Alumni, Masyarakat,” menjadi salah satu semangat yang tergambar dalam konsep yang ia tawarkan.

Jika mendapat amanah memimpin IKA SMP Negeri 21 Makassar, Darwis ingin mendorong organisasi tersebut menjadi rumah bersama bagi seluruh alumni—tempat untuk kembali bersilaturahmi, berbagi pengalaman, membuka peluang kolaborasi dan bersama-sama memberikan manfaat.

Pada akhirnya, perjalanan seorang alumni tidak berhenti ketika meninggalkan bangku sekolah. Justru setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan masing-masing, para alumni memiliki kesempatan untuk kembali bertemu dalam satu tujuan: merawat silaturahmi, memperkuat persaudaraan dan bergerak bersama untuk sesuatu yang lebih baik.

Darwis membawa pesan itu dalam pencalonannya sebagai bakal calon Ketua IKA SMP Negeri 21 Makassar.
Bergerak bersama. IKA solid. Untuk sekolah, untuk alumni, untuk negeri.

 

Penulis: KA