Pasaman Barat, wartadetik.com – Calon wali Nagari Ujung Gading nomor urut Tiga, Firman, Tampil karismatik saat memaparkan berbagai program strategis yang menyangkut kebutuhan masyarakat pada Jumat 11/9/2026. Provinsi Sumatra Barat.

Gaya kepemimpinan yang karismatik terpancar nyata dari kefasihan Firman saat menyampaikan visinya secara langsung di hadapan warga.

Visi dan misi tersebut Firman sampaikan pada kampanye terbuka penyampaian visi dan misi calon Wali Nagari Ujung Gading yang digelar panitia pemilihan di Kantor Wali Nagari Ujung Gading, Jumat (11/9/2026).

Dalam pemaparannya, Firman menekankan sejumlah sektor utama yang menjadi kebutuhan riil di tengah masyarakat.

Mulai dari Aspek keamanan masyarakat, yang kerap menjadi sorotan dari ancaman komplotan pencuri di tengah perkebunan sawit warga setempat.

Bagi firman, kehadiran Nagari seharusnya menjadi win win solution dalam menetaskan persoalan yang di hadapi masyarakat, jika terpilih, Ia berencana akan mengalokasikan anggaran untuk membangun dua pos ronda di setiap Jorong sebagai salah satu upaya meningkatkan keamanan lingkungan.

“Di setiap Jorong kita adakan pos ronda untuk mengantisipasi maraknya pencurian buah sawit,” katanya.

Ia menegaskan, bahwa solusi tersebut dianggap akan efektif ditengah masyarakat,  selain melibatkan warga, firman juga menyampaikan akan siap berkolaborasi dengan Babinkamtibmas dan Babinsa demi menjamin keamanan masyarakat.

“Dianggarkan setiap Jorong dua pos ronda yang diawasi oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas,” ujarnya.

Ia juga menjanjikan akan menghadirkan pemerintahan yang transparan, dan pelayanan yang cepat serta berintegritas tanpa nepotisme.

“ Semua warga mempunyai hak yang sama pelayanan harus berkeadilan dan tidak akan dipersulit,” katanya.

Firman berkomitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan Nagari yang jujur, adil, dan berbasis musyawarah. Ia menegaskan pentingnya melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam setiap pengambilan keputusan strategis demi kepentingan bersama.

“Tidak ada keputusan sepihak. Semua unsur masyarakat harus dilibatkan dalam mengambil keputusan Nagari,” ujarnya.

Sementara Potensi SDM Nagari Ujung Gading juga menjadi sorotan Firman. Ia menegaskan bahwa melimpahnya lulusan sarjana di wilayah tersebut seharusnya diberi ruang lebih luas untuk ikut serta membangun Nagari.

“Memberdayakan sumber daya manusia yang ada di tengah masyarakat. Karena warga kita banyak yang sarjana tetapi tidak diberi kesempatan oleh Nagari,” katanya.

Program pemberdayaan pemuda difokuskan pada peningkatan keterampilan, guna mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja.

Menurut Firman, bimbingan belajar bagi anak-anak yang ingin masuk TNI dan Polri merupakan contoh kegiatan yang dapat dialokasikan melalui dana Nagari.

“Apabila anak-anak mendaftar TNI-Polri butuh bimbel. Apa salahnya? Bimbel ini kita adakan di Nagari dan dibuatkan anggaran,” ujarnya.

Pemaparan visi yang karismatik dari Firman ini diharapkan mampu membawa perubahan nyata bagi Nagari Ujung Gading.

 

(Mdn)