WARTADETIK.COM.SUMENEP – Lonjakan antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kecamatan Kota Sumenep mulai berdampak pada kelancaran arus lalu lintas. Menyikapi kondisi tersebut, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sumenep menerjunkan Tim Elang 12.0 Trunojoyo untuk melakukan patroli, pengamanan, serta pengaturan lalu lintas di sejumlah titik rawan kepadatan, Kamis (25/6/2026).
Patroli dilakukan secara intensif di beberapa SPBU yang mengalami peningkatan volume kendaraan, di antaranya kawasan Paberasan, Pamolokan, Batuan, Kolor, dan Patean. Kehadiran personel di lapangan difokuskan untuk memastikan antrean kendaraan tetap tertib serta tidak meluber hingga mengganggu pengguna jalan lainnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat memanjang di sejumlah SPBU. Bahkan di beberapa titik, antrean nyaris menyentuh badan jalan dan berpotensi memicu perlambatan arus kendaraan, terutama pada jam-jam sibuk.
Di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat, kondisi tersebut menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Selain menjaga keamanan dan ketertiban, petugas juga melakukan koordinasi langsung dengan pihak pengelola SPBU guna mengantisipasi terjadinya kemacetan yang lebih luas.
Kapolres Sumenep melalui Kasat Lantas Polres Sumenep, AKP Beny Kuncoro, S.Tr.K., S.I.K., mengatakan bahwa pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan terkait meningkatnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU.
“Kami hadir untuk memastikan antrean pengisian bahan bakar tetap berjalan tertib dan tidak mengganggu kelancaran lalu lintas. Personel kami melakukan pemantauan sekaligus pengaturan di titik-titik yang berpotensi menimbulkan kepadatan,” kata AKP Beny Kuncoro kepada media ini, Kamis (25/06/2026).
Dari hasil koordinasi dengan sejumlah pengelola SPBU, panjangnya antrean diduga dipengaruhi keterlambatan distribusi pasokan BBM serta berkurangnya jumlah stok yang diterima dibandingkan kebutuhan normal harian masyarakat.
Selain faktor distribusi, terjadi pula perubahan pola konsumsi masyarakat. Kenaikan minat terhadap BBM subsidi jenis Pertalite membuat volume kendaraan yang datang ke SPBU meningkat signifikan dalam beberapa hari terakhir.
AKP Beny menegaskan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi dengan pengelola SPBU agar pengaturan antrean dilakukan secara disiplin dan tidak menimbulkan gangguan bagi pengguna jalan.
“Kami meminta pengelola SPBU untuk mengatur antrean kendaraan dalam satu jalur yang tertib. Dengan pola antrean yang teratur, potensi penyempitan badan jalan dan kemacetan dapat diminimalisasi,” tegasnya.
Menurutnya, kerja sama antara petugas, pengelola SPBU, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga situasi tetap kondusif di tengah meningkatnya kebutuhan bahan bakar.
Satlantas Polres Sumenep juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat memperburuk kondisi di lapangan, termasuk menyerobot antrean atau memarkir kendaraan secara sembarangan di sekitar area SPBU.
“Kami mengimbau seluruh pengendara untuk mengedepankan kesabaran dan disiplin saat mengantre. Jangan memaksakan diri masuk ke jalur antrean dari arah lain karena hal tersebut dapat memicu kemacetan bahkan berpotensi menimbulkan gesekan antar-pengguna jalan,” ungkap AKP Beny Kuncoro.
Lebih lanjut, AKP Beny memastikan pihaknya siap merespons cepat apabila terjadi kepadatan yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat secara luas. Untuk itu, masyarakat diminta tidak ragu melaporkan kondisi darurat lalu lintas kepada kepolisian.
“Apabila antrean kendaraan semakin panjang dan berpotensi menimbulkan kemacetan, masyarakat maupun pihak pengelola SPBU dapat segera menghubungi layanan Call Center Polri 110. Layanan tersebut gratis dan petugas akan segera diterjunkan untuk melakukan penanganan,” tandasnya.
Dengan pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan, Satlantas Polres Sumenep berharap aktivitas distribusi dan pengisian BBM tetap berjalan lancar tanpa mengorbankan keselamatan maupun kenyamanan pengguna jalan.
Kehadiran aparat di lapangan juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas mobilitas masyarakat agar tetap aman, tertib, dan kondusif di tengah meningkatnya kebutuhan bahan bakar.







