WARTADETIK.COM.SUMENEP – Upaya membentuk generasi muda yang sadar akan pentingnya membayar pajak terus diperkuat. Melalui program Samsat Ka Sakola, Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama sejumlah instansi menggelar edukasi perpajakan bagi ratusan pelajar di Aula Graha Wiyata MAN Sumenep, Kamis (30/7).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi Pemkab Sumenep, Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPD) Sumenep, Bapenda Sumenep, Polres Sumenep, Jasa Raharja, serta seluruh unsur Tim Pembina Samsat Jawa Timur.
Mengusung tema “Pelajar Cerdas, Sadar Pajak Sejak Dini”, para siswa diajak memahami peran pajak kendaraan bermotor sebagai salah satu sumber pendapatan daerah yang menopang pembangunan dan pelayanan publik.

Kepala UPT PPD Sumenep, Samtiono, SH., MH., mengatakan pendidikan menjadi fondasi penting dalam membangun budaya taat pajak di tengah masyarakat.
“Program Samsat Ka Sakola bukan sekadar sosialisasi, tetapi investasi jangka panjang untuk membangun karakter generasi muda agar memahami bahwa pajak merupakan bentuk gotong royong dalam membiayai pembangunan daerah,” kata Samtiono SH MH.
Menurutnya, pelajar merupakan agen perubahan yang dapat menularkan pemahaman tentang pentingnya kepatuhan membayar pajak kepada keluarga maupun lingkungan sekitar.
“Kami berharap setelah mengikuti kegiatan ini, para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi duta kesadaran pajak di rumah dan di masyarakat. Edukasi sejak dini akan melahirkan budaya taat pajak di masa depan,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan materi mengenai fungsi pajak, pelayanan Samsat, hingga pentingnya memenuhi kewajiban pajak kendaraan bermotor secara tepat waktu. Penyampaian materi dikemas secara komunikatif sehingga mudah dipahami oleh kalangan pelajar.
Lebih lanjut, Samtiono menegaskan, keberhasilan meningkatkan kepatuhan pajak tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. Dibutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia pendidikan.

“Kolaborasi antara Pemkab Sumenep, Kemenag, Bapenda, UPT PPD, Polres Sumenep, Jasa Raharja, dan seluruh mitra merupakan wujud komitmen bersama untuk menanamkan kesadaran pajak sejak dini. Kami optimistis generasi muda Sumenep akan tumbuh menjadi warga negara yang cerdas, disiplin, dan peduli terhadap pembangunan daerah,” pungkasnya.
Melalui program Samsat Ka Sakola, pemerintah berharap literasi perpajakan tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi mampu membentuk kesadaran kolektif masyarakat.
Dengan demikian, kepatuhan membayar pajak diharapkan terus meningkat seiring tumbuhnya generasi muda yang memahami bahwa setiap rupiah pajak yang dibayarkan akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik.







