JAKARTA, Selasa,29 september 2026.
https://www.wartadetik.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Deli Serdang, Jelita Asri Ludin Tambunan, tampil anggun sekaligus membawa semangat pelestarian budaya daerah melalui balutan busana berbahan kain tenun khas Deli Serdang pada Parade Pakaian Daerah (Wastra) KriyaNusa 2026 di Jakarta.

Penampilan tersebut bukan sekadar menghadirkan keindahan busana tradisional, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan wastra dan potensi kerajinan Deli Serdang kepada masyarakat yang lebih luas.
Dalam kegiatan tersebut, Jelita Asri Ludin Tambunan mengenakan busana bernuansa biru dan tosca, dengan bahan kain karya Raki Tenun Deli Serdang. Busana tersebut dirancang oleh Halime, desainer asal Deli Serdang yang sebelumnya juga telah tampil dalam ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2026.
Kehadiran wastra Deli Serdang di panggung KriyaNusa 2026 menjadi bagian penting dalam memperkenalkan hasil karya para perajin daerah. Kain tenun yang sebelumnya lebih banyak dikenal sebagai produk kerajinan masyarakat, kini mendapatkan ruang untuk tampil dalam balutan busana modern tanpa meninggalkan karakter budaya daerah.
Dari Tangan Perajin ke Panggung Nasional
Wastra memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar kain atau bahan pakaian. Di balik setiap motif dan proses pembuatannya terdapat keterampilan, kreativitas serta potensi ekonomi masyarakat.
Melalui penampilan Jelita Asri Ludin Tambunan, karya perajin tenun Deli Serdang mendapat kesempatan untuk diperkenalkan pada panggung nasional.
Sentuhan desainer membuat kain tenun tersebut dapat dikemas menjadi busana yang elegan dan sesuai dengan perkembangan dunia fashion. Perpaduan antara kekayaan tradisi dan kreativitas modern inilah yang membuat wastra daerah semakin memiliki daya tarik.
Hal tersebut sekaligus menunjukkan bahwa produk kerajinan lokal memiliki peluang untuk terus berkembang apabila mendapatkan dukungan, promosi dan ruang pemasaran yang lebih luas.
Dekranasda Dorong Kreativitas Perajin Lokal
Sebagai Ketua Dekranasda Deli Serdang, keterlibatan Jelita Asri Ludin Tambunan dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi kerajinan daerah.
KriyaNusa 2026 menjadi ruang strategis bagi daerah-daerah di Indonesia untuk menampilkan berbagai produk kriya dan wastra unggulan. Deli Serdang turut menunjukkan bahwa daerah memiliki potensi sumber daya kreatif yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus memiliki identitas budaya.
Kehadiran kain tenun Deli Serdang di ajang nasional diharapkan dapat membuka semakin banyak peluang bagi para perajin, pelaku UMKM, desainer dan pengusaha kreatif di daerah.
Tidak hanya menjaga warisan budaya, pengembangan wastra juga dapat menjadi bagian dari penguatan ekonomi kreatif masyarakat.
Menjaga Warisan, Membuka Peluang Ekonomi
Kain tenun merupakan salah satu kekayaan budaya yang perlu terus dijaga keberlangsungannya. Di tengah perkembangan fashion modern, inovasi menjadi penting agar kain tradisional tetap diminati berbagai kalangan.
Kolaborasi antara perajin dan desainer menjadi salah satu cara agar kain tenun dapat hadir dalam bentuk yang lebih beragam, mulai dari busana formal, pakaian kerja hingga busana untuk berbagai kegiatan nasional.
Dengan demikian, promosi wastra Deli Serdang tidak hanya berbicara mengenai penampilan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan para perajin dan pelaku ekonomi kreatif di daerah.
Tampilnya karya Raki Tenun Deli Serdang dalam balutan busana rancangan Halime pada KriyaNusa 2026 menjadi bukti bahwa karya lokal memiliki ruang untuk tampil dan dikenal di tingkat nasional.
Bangga Menggunakan Produk Daerah
Momentum tersebut sekaligus menjadi ajakan untuk terus menumbuhkan rasa bangga terhadap produk lokal. Ketika kain hasil karya perajin daerah digunakan dalam kegiatan berskala nasional, nilai promosi yang dihasilkan dapat memberikan dampak positif terhadap pengenalan produk tersebut.
Diharapkan ke depan semakin banyak inovasi dan kolaborasi yang lahir dari para perajin, desainer serta pelaku UMKM Deli Serdang, sehingga wastra daerah tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga mampu menjadi produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi.
Dari tangan perajin Deli Serdang, melalui kreativitas desainer, wastra daerah kini melangkah ke panggung nasional. KriyaNusa 2026 menjadi salah satu momentum penting untuk menunjukkan bahwa kekayaan budaya daerah dapat terus hidup, berkembang dan mengikuti zaman.
Romson nainggolan,Amd.







