Kabupaten Cirebon- wartadetik.com-Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 28 September hingga 1 Oktober 2026 ini menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat, khususnya pada pelaksanaan hari ketiga, Rabu, 30 September 2026.
Pameran khusus ini dirancang sebagai ruang belajar interaktif yang mempertemukan sejarah, budaya, dan generasi muda.

Digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon selama empat hari, dari 28 September hingga 1 Oktober 2026, pameran ini ingin mengubah pandangan kita tentang museum yang sering dianggap kaku dan berdebu.

Kepala Disbudpar Kabupaten Cirebon, Fajar Sutrisno, dengan hangat mengajak kita melihat museum dari sudut pandang berbeda. Saat membuka acara pada Selasa (29/9), dia mengingatkan bahwa museum bukan sekadar tempat menaruh barang-barang tua yang sunyi.

Pengunjung disuguhkan beragam koleksi bernilai sejarah tinggi khas Cirebon, mulai dari kain batik, wayang kulit, wayang golek, topeng Cirebon, pakaian adat, hingga keris.
Salah satu daya tarik utama pameran adalah koleksi wayang kulit Cirebon yang dalam sejarahnya diyakini dibuat oleh Sunan Kalijaga untuk syiar Islam. Selain itu, koleksi lukisan kaca antik yang diperkirakan berasal dari akhir abad ke-19 (sekitar tahun 1890-an) juga turut memikat perhatian pengunjung.

Tidak sekadar memajang benda bersejarah, suasana museum di Jalan Sunan Drajat No. 9 ini juga disemarakkan oleh berbagai pertunjukan kesenian tradisional yang nyaris punah setiap harinya. Para pengunjung disuguhi penampilan seni tradisi seperti sintren, berokan, tarling klasik, tari reog, tari ronggeng bugis, hingga rudat Cirebon.
Upaya pelestarian ini juga secara aktif melibatkan keterlibatan generasi muda.

Sepanjang rangkaian acara, pelajar dari berbagai wilayah di Kabupaten Cirebon turut berkompetisi dalam sejumlah perlombaan bertema lokal, di antaranya lomba mendongeng cerita rakyat Cirebon tingkat SMP, lomba melukis batik motif Cirebon tingkat SMP, serta lomba baca puisi bahasa Cirebon tingkat SMA.
Melalui agenda pameran ini, Disbudpar Kabupaten Cirebon berharap museum tidak hanya dipandang sebagai tempat penyimpanan masa lalu, melainkan menjadi pusat edukasi yang menyenangkan bagi masyarakat untuk mengenal dan menjaga jati diri serta warisan budaya Cirebon.

 

SOKIBIN