WARTADETIK.COM.SUMENEP – Menghadapi badai disrupsi digital dan tingginya tuntutan keterbukaan informasi publik, Korps Bhayangkara dituntut untuk terus memperkokoh integritas institusi. Menjawab tantangan tersebut, Polres Sumenep menggelar Dialog Kebangsaan secara virtual dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80.
Agenda strategis yang berlangsung di Ruang Vidcon Polres Sumenep, Jalan Urip Sumoharjo No. 35, Desa Pabian, Kabupaten Sumenep, Selasa (23/6), mengusung tema krusial: “Tribrata dan Catur Prasetya Sebagai Kompas Etika Polri Presisi di Era Disrupsi Digital dan Keterbukaan Informasi”.
Kapolres Sumenep, AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K. menegaskan bahwa pesatnya penetrasi teknologi informasi tidak boleh menggerus nilai-nilai dasar kepolisian. Sebaliknya, hal tersebut harus menjadi momentum transformasi pelayanan yang jauh lebih transparan dan akuntabel.
“Di era disrupsi digital saat ini, arus informasi mengalir tanpa batas dan persepsi publik terbentuk dalam hitungan detik. Oleh karena itu, nilai-nilai luhur Tribrata dan Catur Prasetya tidak boleh sekadar menjadi pajangan. Keduanya wajib menjadi kompas etika yang hidup dan mengakar kuat dalam setiap tindakan personel Polres Sumenep untuk mewujudkan Polri Presisi yang sesungguhnya,” tegas Anang di hadapan jajarannya, Selasa (23/6).
Acara yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut dihadiri langsung oleh jajaran internal inti, di antaranya Wakapolres Sumenep Kompol Haris Darma Sucipto, S.H., S.I.K., para Pejabat Utama (PJU), hingga seluruh Kapolsek jajaran. Kehadiran seluruh elemen pimpinan ini menandakan komitmen satu suara dalam menjaga marwah institusi di tingkat akar rumput.
Lebih lanjut, AKBP Anang mengingatkan bahwa keterbukaan informasi bukanlah sebuah ancaman, melainkan instrumen penting guna membangun kembali kepercayaan publik (public trust) yang kokoh.
“Masyarakat saat ini menuntut transparansi total. Personel Polri tidak boleh gagap teknologi, tetapi juga tidak boleh kehilangan arah moral. Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, saya menginstruksikan seluruh jajaran untuk memperkuat integritas dan profesionalisme. Kita harus hadir memberikan pelayanan terbaik dan menjadi solusi yang menyejukkan di tengah dinamika digital,” pungkasnya.
Melalui komitmen yang ditegaskan dalam Dialog Kebangsaan ini, seluruh jajaran kepolisian di Kabupaten Sumenep diharapkan mampu menyaring dampak negatif disrupsi teknologi, sekaligus mengoptimalkan keterbukaan informasi demi pelayanan publik yang prima. Sepanjang jalannya acara virtual tersebut, situasi dilaporkan berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan kondusif.







