KABUPATEN CIREBON — WartaDetik.com — Pengurus Kemantren Sewu Keraton Kesepuhan Cirebon melakukan kunjungan sekaligus silaturahmi ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjalin komunikasi dan membahas keberadaan sejumlah situs bersejarah yang berada di wilayah Kabupaten Cirebon, termasuk situs-situs yang hingga saat ini belum mendapatkan pengakuan maupun legalitas secara res
Dalam kunjungan tersebut, rombongan Pengurus Kemantren Sewu hadir langsung dipimpin Panglima Agung Raden Asep Supriyanto Seminingrat.

Turut hadir Penasehat Raden Oon Ondiono Seminingrat, Raden Syarifudin, Ketua Lurah Cirebon Barat Sokir, S.Pd., serta Ketua Lurah Kecamatan Susukan Subia (Paul).

Ketua Lurah Cirebon Barat, Sokir, S.Pd., mengungkapkan rasa syukurnya atas sambutan yang diberikan pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon.

“Alhamdulillah, kunjungan kami ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon disambut dengan baik oleh Kabid beserta staf lainnya,” ungkap Sokir.

Menurutnya, dalam pertemuan tersebut dibahas sejumlah situs yang berada di wilayah Kabupaten Cirebon. Beberapa di antaranya yakni Buyut Ki Selimpet, Makam Dawa, Buyut Pedamaran, serta Sumur Pendem yang berlokasi di Desa Kedongdong, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon.

Selain itu, pembahasan juga mencakup sejumlah situs lain yang berada di wilayah Kabupaten Cirebon yang dinilai belum mendapatkan pengakuan maupun legalitas sebagai situs sejarah.
Sementara itu, Panglima Agung Raden Asep Supriyanto Seminingrat berharap keberadaan situs-situs maupun makam para buyut dan tokoh terdahulu yang memiliki kaitan dengan perjuangan pada masa lalu, termasuk masa perjuangan melawan penjajahan, dapat memperoleh perhatian dari pemerintah.

Ia berharap situs-situs tersebut dapat ditetapkan dan dilegalkan sebagai bagian dari upaya menjaga serta melestarikan sejarah dan kebudayaan daerah.

“Supaya situs-situs atau buyut-buyut yang berjuang di masa lalu, atau pada masa perang melawan penjajah, dibuat menjadi situs dan mendapatkan legalitas. Karena negara ini merdeka juga karena perjuangan para kibuyut dan para ki gede,” katanya.

Menurutnya, sejarah perjuangan para tokoh terdahulu merupakan bagian penting yang tidak boleh dilupakan oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang.
“Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak lupa sejarahnya,” pungkasnya.

 

Penulis: Sokibin