WARTADETIK.COM.SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus menggenjot realisasi jaminan perlindungan sosial dan program inklusif berbasis kemasyarakatan. Berpusat di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Pemkab Sumenep resmi menyalurkan bantuan hibah kelembagaan, beasiswa mahasiswa kurang mampu, serta alat bantu penyandang disabilitas tahun anggaran 2026 dengan akumulasi dana mencapai Rp 6,19 miliar, Selasa (23/06/2026).

​Langkah nyata ini merupakan ejawantah langsung dari visi besar kemanusiaan bertajuk “Bismillah Melayani” yang digagas oleh Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H. Program strategis ini secara khusus didesain terstruktur guna menyentuh lapisan akar rumput, mulai dari perbaikan sarana spiritual, masa depan pendidikan generasi emas daerah, hingga pemenuhan kesetaraan hak kaum rentan.

​Momentum mulia ini kian bernilai substantif lantaran diselenggarakan tepat di tengah atmosfer historis Bulan Bung Karno. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Sumenep, Dr. R. Abd. Rahman Riadi, S.E., M.M., menerangkan relasi kuat ajaran Proklamator dengan program perlindungan sosial yang sedang diakselerasi ini.

Penyerahan bantuan kali ini terasa sangat istimewa karena berada di bulan Bung Karno yang selalu kita peringati setiap tahun. Kami terinspirasi dari petuah legendaris Sang Proklamator yang mengingatkan bahwa perjuangan belum selesai selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita. Atas dasar itulah, di bawah komando Bapak Bupati, kami terus bergerak tanpa lelah di garis depan untuk mengikis sekat sosial tersebut.” kata Kadinsos P3A Sumenep, Dr. R. Abd. Rahman Riadi dalam laporannya.

Di hadapan jajaran Forkopimda, pengurus pondok pesantren, takmir masjid, perwakilan mahasiswa, dan komunitas disabilitas, Rahman menegaskan bahwa sinergi lintas sektoral ini ditujukan penuh untuk mengurai problematika kemiskinan dan meningkatkan ketahanan sosial kemasyarakatan.

“Ini adalah bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat. Kebijakan ini dirancang bukan sebagai program top-down yang kaku, melainkan sebuah gerakan inklusif yang menyentuh seluruh lini kehidupan masyarakat, berkeadilan, dan merata, agar tidak ada satu pun warga Sumenep yang merasa ditinggalkan oleh pemerintahnya.” ujarnya.

Mengupas detail instrumen anggaran, Dinsos P3A memecah skema pencairan dana dalam bentuk hibah uang secara non-tunai melalui PT BPRS Bhakti Sumekar selaku bank penyalur resmi. Sektor pertama difokuskan bagi penguatan pilar keagamaan dengan kucuran dana jumbo melampaui angka Rp 5,88 miliar.

“Kami mengalokasikan dana hibah sebesar Rp 5.883.440.000,- yang disalurkan langsung secara transparan kepada 116 lembaga keagamaan. Tujuan utamanya sangat jelas, yaitu untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana ibadah serta pendidikan keagamaan. Kami ingin para santri dan jamaah dapat beribadah dan belajar dengan fasilitas yang jauh lebih layak, nyaman, dan representatif.” ungkap Rahman sapaannya.

Tak mau melupakan nasib intelektual muda, Pemkab Sumenep juga memberikan bantalan dana segar senilai total Rp 307,5 juta yang dialokasikan khusus untuk program beasiswa. Sasarannya adalah 126 mahasiswa berprestasi yang berasal dari lingkar keluarga pra-sejahtera atau kurang mampu agar tidak mengalami putus kuliah di tengah jalan.

​”Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah nasib sebuah keluarga. Oleh karena itu, bantuan beasiswa senilai Rp 307.500.000,- ini didedikasikan bagi 126 mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Kami tidak ingin ada anak-anak cerdas di Sumenep yang terpaksa mengubur mimpi kuliahnya hanya karena kendala biaya. Pemkab hadir untuk meringankan beban tersebut dan menjamin masa depan mereka.” tegasnya.

Sisi humanis kepemimpinan daerah kian terpancar tatkala Dinsos P3A ikut menyalurkan bantuan langsung intervensi fisik berupa 4 unit kursi roda baru. Bantuan ini diorientasikan penuh demi meretas hambatan gerak serta meningkatkan produktivitas harian para penyandang disabilitas di Sumenep.

​”Bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas, kami menyerahkan bantuan kursi roda sebagai stimulan nyata. Harapan kami, bantuan ini mampu mendongkrak kemandirian serta mobilitas mereka secara signifikan. Mereka memiliki hak yang sama untuk beraktivitas, bekerja, dan berpartisipasi secara setara dalam kehidupan bermasyarakat tanpa harus merasa terisolasi.” pungkas Kadinsos P3A Dr R. Rahman Riadi.

Puncak prosesi khidmat ini ditandai dengan penyerahan bantuan secara simbolis. Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., menyerahkan langsung paket stimulan tersebut kepada perwakilan penerima manfaat, dengan didampingi secara erat oleh Kadinsos P3A Kabupaten Sumenep, Dr. R. Abd. Rahman Riadi, S.E., M.M.

​Kehadiran jajaran pimpinan tertinggi daerah di panggung penyerahan ini menegaskan komitmen penuh pihak eksekutif dalam mengawal transparansi penyaluran dana APBD 2026. Didampingi pula oleh jajaran Forkopimda dan Direktur Utama PT. BPRS Bhakti Sumekar, momentum penyerahan tersebut ditutup dengan sesi foto bersama dan ruang dialog interaktif yang hangat bersama seluruh elemen masyarakat penerima manfaat.