WARTADETIK.COM.SUMENEP – Upaya membangun ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan masyarakat. TNI juga terus mengambil peran melalui peningkatan kapasitas prajurit di sektor pertanian.

Salah satunya dilakukan Kompi Pertanian Yonif TP 931/KJ dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) budidaya tanaman hidroponik di Desa Kasengan, Sabtu (11/7/2026).

Sebanyak 24 prajurit yang dipimpin Letda Inf Risqi Dwi Wirayuda, S.Pt., mengikuti pelatihan yang menghadirkan tim ahli dari kelompok tani Desa Kasengan.

Materi yang diberikan mencakup teknik budidaya selada dan melon, mulai dari penyemaian, penanaman, perawatan hingga proses panen dengan sistem hidroponik.

Komandan Yonif TP 931/KJ, Mayor Inf Aditya Danang, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari strategi satuan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia prajurit sekaligus memperkuat kemampuan mereka di bidang pertanian modern.

“Prajurit TNI harus mampu menjawab berbagai tantangan zaman. Selain memiliki kemampuan militer yang profesional, mereka juga perlu dibekali keterampilan yang dapat mendukung ketahanan pangan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Mayor Inf Aditya Danang, Sabtu (11/07/2026).

Menurutnya, teknologi hidroponik menjadi salah satu solusi yang relevan karena mampu diterapkan di berbagai kondisi lahan dengan hasil produksi yang tetap optimal.

“Hidroponik menawarkan cara bertani yang lebih efisien dan produktif. Pengetahuan ini kami harapkan dapat menjadi bekal bagi prajurit untuk dikembangkan di lingkungan satuan maupun saat berinteraksi dengan masyarakat,” ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Kasengan. Sekretaris Desa Kasengan, Rahman, menjadi pemateri utama dengan menyampaikan materi teknis mengenai pengelolaan instalasi hidroponik, perawatan tanaman, hingga manajemen proses panen.

Selama pelatihan, peserta tidak hanya menerima materi di dalam kelas, tetapi juga melakukan praktik langsung agar memahami setiap tahapan budidaya secara menyeluruh.

Mayor Aditya Danang menilai kolaborasi antara TNI, pemerintah desa, dan kelompok tani menjadi langkah strategis dalam mempercepat penguatan sektor pertanian di tingkat desa.

“Kerja sama seperti ini membuktikan bahwa pembangunan ketahanan pangan membutuhkan sinergi semua pihak. TNI siap menjadi bagian dari upaya tersebut melalui peningkatan kompetensi prajurit,” jelas Mayor Inf Aditya Danang.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara berkelanjutan dan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kami mengapresiasi dukungan Pemerintah Desa Kasengan dan kelompok tani yang telah berbagi pengalaman. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut untuk menciptakan desa yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera,” pungkasnya.