NASIONAL

Tahap awal megaproyek Kilang Tuban dimulai

Wartadetik.com, Jakarta – Setengah kebutuhan BBM yang selama ini diimpor, dapat dipenuhi kilang dalam negeri paling cepat pada 2026 mendatang. Pertamina menginvestasikan sekitar US $15-$16 miliar untuk membangun Grassroot Refinery (GRR), seluas kurang lebih 900 hektar.

Sempat bermasalah dengan pembebasan lahan, lokasi pembangunan akhirnya ditetapkan di Desa Wadung, Sumurgeneng, dan Kaliuntu, Kecamatan Jenu, Kab Tuban, Jawa Timur. Terdiri dari 348 hektare lahan KLHK, dan lahan warga 493 hektare.

Kilang Tuban, salah satu kilang tercanggih di dunia, mampu mengolah 300 ribu barel per hari (bph) dan menghasilkan 30 juta liter BBM per hari jenis gasoline dan diesel. Selain itu, menghasilkan 4 juta liter avtur per hari, serta petrokimia 4,25 juta ton per tahun.

Ringkasan

  • Pembangunan Kilang Tuban telah memasuki tahap early work yaitu pembersihan lahan sekitar 328 hektar serta pemulihan lahan abrasi (restorasi) seluas 20 Ha.
  • Saat ini, Pertamina mengklaim pembangunan tahap awal kilang tersebut Pertamina telah menyerap 271 tenaga kerja lokal Tuban.
  • Kilang Tuban juga akan menghasilkan 4 juta liter avtur per hari serta produksi petrokimia sebesar 4,25 juta ton per tahun.
  • Direktur Utama PT Pertamina (Persero) menegaskan pembangunan kilang tersebut akan menyerap 35 persen tingkat komponen dalam negeri (TKDN).
  • Selain itu, penyerapan tenaga kerja sebanyak 20 ribu saat konstruksi dan mencapai 2.500 saat beroperasi.
  • Selama ini konsumsi BBM dalam negeri kurang lebih 1,4 juta bph. Enam kilang yang sudah beroperasi produksinya hanya 800 ribu bph atau 80 persennya.
  • Sekitar 600 ribu dari kurang lebih 1,4 juta bph konsumsi BBM dalam negeri masih dipenuhi lewat impor. Kilang Tuban diharapkan bisa menutup setengahnya.
  • Pembangunan kilang berstandar Euro5 ini menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi butuh reklamasi lahan 200 hektare.

Sebaran Media

Jumlah sebaran pada Media Daring terbanyak diraih oleh tribunnews.com dan liputan6.com dengan 4 pemberitaan, diikuti peringkat kedua merdeka.com dengan 2 pemberitaan.

Sebaran Linimasa

Sebaran topik mulai muncul sejak pukul 00:00 hingga 14:00 WIB, dan mencapai puncak pemberitaan pada pukul 01:00 WIB dengan total 7 pemberitaan.

Sebaran Facebook

Jumlah interaksi pada media sosial Facebook terbanyak diraih oleh detik.com dengan 3316 interaksi, diikuti peringkat kedua halopantura.com dengan 1002 interaksi. Selanjutnya liputan6.com dengan 55 interaksi pada peringkat ketiga.

Sumber : Beritagar.Id