NASIONAL

Status Tersangka untuk Mereka yang Rancang Huru-hara

Wartadetik.com, Jakarta – Polisi menangkap enam orang yang diduga merancang kericuhan saat aksi Mujahid 212 di Jakarta. Polisi juga telah menetapkan tersangka kepada mereka yang diduga merancang huru-hara.

Awalnya, polisi menangkap enam orang yang diduga hendak menimbulkan kerusuhan berinisial HAB (44), S (30), YF (50), A (43), SS (61), dan OS (42). Dari tangan orang-orang itu, polisi menyita 28 bom molotov yang hendak digunakan untuk membakar beberapa titik di Jakarta.

Mereka diduga akan melakukan provokator di tengah-tengah aksi Mujahid 212 Sabtu (28/9). Mereka ditangkap di Kota Tangerang, Banten.

Salah satu yang ditangkap itu adalah Abdul Basith yang merupakan dosen IPB. Polisi menyebut, Abdul Basith diduga menyiapkan bom molotov untuk merusuh dalam kegiatan tersebut.

“Perannya yang bersangkutan menyimpan 28 molotov untuk mendompleng demo Mujahid 212 dengan melakukan pembakaran-pembakaran di Jakarta,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono kepada detikcom, Senin (30/9/2019).

Argo mengatakan Abdul Basith sudah merencanakan untuk melakukan kerusuhan di tengah-tengah demo Mujahid pada Sabtu (28/9). Polisi bergerak cepat dengan mengamankan Abadul Basith, untuk mencegah kerusuhan tersebut.

Argo menegaskan bahwa Abdul Basith ditangkap karena melakukan pemufakatan jahat dalam aksi tersebut.

“Ada pemufakatan di situ,” tegas Argo.

Sumber : Detik.com