NASIONAL

Polres Aceh Utara Minta Keterangan Geuchik Tentang Benih Padi IF8

WartaDetik.com, Lhoksukon – Penyidik Polisi Resor Polres Aceh Utara telah memintai klarifikasi terhadap beberapa keuchik (kepala desa) di daerah itu, soal pengadaan benih padi varietas IF8 yang sedang dipersoalkan.

Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah, di Lhoksukon Selasa membenarkan bahwa pihaknya hari ini memanggil keuchik untuk dimintai keterangan. Namun, pihaknya belum bisa menyebutkan siapa, dari gampong atau kecamatan mana yang bermasalah.

“Kalau diperiksa secara BAP belum, tetapi saat ini kami baru melakukan klarifikasi karena masih dalam tahap penyedikan,” kata Iptu Rezki.
Rezki juga menyebutkan, dalam penyelidikan awal, pihaknya fokus pada lisensi dan sertifikasi benih padi IF8 tersebut, kalau tindak lanjut atau pengembangan kasus ini, akan dilihat hasil penyelidikan yang sedang dilakukan penyidik, karena ini masih bersifat penyelidikan.Jadi, hi saat ini tidak menjelaskan sudah berapa orang keuchik dan dari gampong mana saja yang sudah dimintai keterangan, karena ini masih bersifat penyelidikan.

Dikatakan, hasil keterangan dari keuchik, sebagian petani sudah mendapatkan benih IF8 tersebut. Penyelidikan yang dilakukan Satuan Reskrim Polres Aceh Utara ini terkait adanya larangan penyaluran dan penggunaan IF8 oleh Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Distan) Aceh Utara melalui surat yang ditujukan kepada Koordinator Benih Tanaman Pangan (BPT).

Informasi dikumpulkan, beberapa gampong di Aceh Utara disebut-sebut sudah mengalokasikan anggaran untuk pembelian benih IF8 ini lewat Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG), untuk pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat. [redwar]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *