NASIONAL

Plt Gubernur Aceh Siap Teken Rekomendasi CDOB Aceh Malaka

WartaDetik.com, Banda Aceh – Sebanyak 15 perwakilan panitia pemekaran CDOB Aceh Malaka bersilaturahmi dengan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah di Pendopo Gubernur di Banda Aceh pada Jumat (28/3). Delegasi CDOB dari Kabupaten Aceh Utara itu dipimpin langsung oleh Prof. A. Hadi Arifin, M.Si dan disambut hangat oleh Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Sebagai pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, menyatakan dukungannya terhadap pembentukan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Kabupaten Aceh Malaka. Sebagai bentuk dukungan itu, menurut Nova, pihaknya akan segera mengeluarkan rekomendasi Gubernur Aceh untuk CDOB kabupaten Aceh Malaka yang dimekarkan dari Aceh Utara.

Pernyataan tersebut disampaikan Nova Iriansyah saat menerima audiensi Panitia Pemekaran CDOB Aceh Malaka dan perwakilan masyarakat dari kawasan itu di Pendopo Gubernur Aceh, Jumat (29/3) pagi. Tim yang beranggotakan 15 orang tersebut dipimpin Ketua Panitia Pembentukan Aceh Malaka, Prof A Hadi Arifin. Pertemuan itu turut difasilitasi Anggota DPR RI asal Aceh, Muslim SHI.

“Pemekaran itu alamiah. Saya mendukung pembentukan CDOB Aceh Malaka dan akan segera mengeluarkan rekomendasi Gubernur Aceh,” ujar Nova dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh rasa kekeluargaan dan keakraban. Dari delegasi Aceh Malaka, selain Ketua juga hadir Sekretaris, Marzuki Abdullah, dan Bendahara Panitia, Ade Zulfadhli, serta perwakilan camat, keuchik, mukim, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda/GP-PAM dalam wilayah CDOB Aceh Malaka yang meliputi Kecamatan Muara Batu, Sawang, Dewantara, Bandar Baro, Nisam, dan Nisam Antara.

Dikatakan, CDOB nanti akan dikukuhkan dengan mengacu pada UU Otonomi Daerah yang berlaku. Menurutnya, jauhnya rentang kendali pemerintah, pertumbuhan penduduk, dan pemerataan pembangunan bisa menjadi alasan lahirnya CDOB seperti Aceh Malaka.

Jika satu CDOB sudah memiliki rekomendasi DPRK, Bupati, DPRA, dan Gubernur, sambung Plt Gubernur, maka lengkapnya syarat utama sebuah daerah otonomi baru.

Memang, menurut Nova, moratorium pemekaran sampai kini masih berlaku. Sebab, pemerintah masih mereview syarat dan kemampuan keuangan negara untuk membuka kembali keran pemekaran wilayah. Namun, daerah yang ingin menjadi CDOB harus mempersiapkan semua syarat administrasi terlebih dulu. Sehingga, saat moratorium pemekaran dicabut, pembentukan CDOB tersebut bisa langsung diproses.

Menanggapi pernyataan Plt Gubernur, anggota DPR RI asal Aceh, Muslim SHI, dalam pertemuan tersebut menyatakan, di tingkat pusat dirinya siap memperjuangkan lahirnya CDOB Aceh Malaka. Perwakilan Camat kawasan Aceh Malaka, Andri SSos mengatakan, jarak tempuh yang jauh untuk akses fasilitas dan layanan publik menjadi alasan kuat masyarakat di wilayah barat Aceh Utara itu menuntut pemekaran.

Geuchik Fajri mewakili asosiasi dan forum keuchik kawasan Aceh Malaka berharap kepada Plt Gubernur untuk segera menerbitkan rekomendasi sebagai kado terindah untuk masyarakat bagian barat Aceh Utara yang sangat mendambakan lahirnya kabupaten baru. “Jika Pemerintah Pusat membuka kembali keran moratorium wilayah, kami sangat berharap Aceh Malaka sudah siap dengan semua persyaratan administrasi,” ungkap Bendahara Panitia Pembentukan Aceh Malaka, Ade Zulfadhli, di hadapan Plt Gubernur Aceh.

Sementara Marzuki Abdullah berharap syarat-syarat yang dibutuhkan untuk pembentukan Aceh Malaka bisa dibawa ke Kemendagri. Aceh Utara yang memiliki 852 desa, wilayahnya sangat luas. Jadi, kami yakin pemekaran adalah salah satu solusi terbaik untuk percepatan pembangunan di wilayah barat Aceh Utara, “ tutup Marzuki Abdullah yang akrab disapa Om Ki ini. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *