EKONOMI

Penguatan IHSG dipimpin sektor Aneka Industri

Wartadetik.com, Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup petang ini Kamis (26/09/2019) naik ke zona hijau 1,37 persen, atau 83,93 poin di level 6.230,33. Sepanjang perdagangan saham hari ini, IHSG sempat mencapai 6.230,33 poin di titik tertinggi, dan terendah 6.165,93 poin.

Total frekuensi perdagangan saham hari ini mencapai 450,81 ribu kali dengan nilai transaksi Rp8,15 triliun. Sebanyak 235 emiten mengalami penguatan yang menahan pergerakan IHSG, 151 emiten melemah, dan 270 emiten tidak mengalami pergerakan.

Nusantara Almazia (Tbk) (NZIA) dengan mayoritas saham dimiliki oleh PT Ristia Bintang Mahkota Sejati Tbk. (RBMS) (34,493%) memimpin penguatan saham (top gainer) sore ini, setelah ditutup sebesar 24,85 persen pada level Rp412 per saham, dimana Rabu (25/09) ditutup Rp330 per unit.

Supra Boga Lestari (Tbk) yang 6,76 persen saham dikuasai oleh DBS Bank Ltd S/A Albizia Asean Opportunities Fund ini merupakan emiten yang mengalami penurunan terparah pada sore ini. Emiten bersandi RANC mencatatkan diri sebagai saham terlemah (top loser) setelah ditutup di level Rp312 (-21,61 persen) per saham, dimana Rabu (25/09) ditutup Rp398 per unit.

Mas Murni Indonesia Tbk (MAMI) merupakan saham paling banyak diperjualbelikan (top mover) dengan total frekuensi mencapai 26,71 ribu kali, dengan volume 384,57 juta saham.

Penguatan indeks dipengaruhi oleh 9 sektor saham, dengan kontribusi terbesar datang dari sektor Aneka Industri mencapai 2,61 persen (30,09 poin), disusul sektor Infrastruktur sebesar 2,16 persen (26,24 poin), dan saham-saham di sektor Keuangan sebesar 1,79 persen (22,21 poin).

Sedangkan sektor saham yang melemah adalah Pertanian, sebesar -0,31 persen (-4,19 poin).

Sementara, aksi jual saham oleh investor asing meraup dana Rp2,43 triliun, terutama pada saham Sarana Menara Nusantara (Tbk) (TOWR), Bank Tabungan Negara (Persero) (Tbk) (BBTN), dan Lippo Karawaci (Tbk) (LPKR).

Investor asing juga melakukan pembelian senilai Rp2,60 triliun, khususnya pada saham Smartfren Telecom (Tbk) (FREN), Telekomunikasi Indonesia (Persero) (Tbk) (TLKM), dan Bank Central Asia (Tbk) (BBCA).

Sumber : Beritagar.id