PERISTIWA

Pengadilan Lhoksukon Gelar Sidang Perkara Sengketa Lahan di Waduk Kreung Keureuto

Wartadetik.com, Lhokseumawe- Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon, Aceh Utara menggelar sidang Pemeriksaan Setempat (PS) perkara tapal batas antara Gampong Plu Pakam, Kecamatan Tanah Luas dan Blang Pante, Paya Bakong. Sidang itu diadakan di Waduk Krueng Keureuto, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, Selasa 1 Sepetember 2020.

Pada agenda sidang pemeriksaan setempat tersebut dipimpin Hakim Ketua Majelis, Arnaini, didampingi anggota, Bob Rosman dan Maimunsyah serta tim lainnya dari pengadilan setempat. Turut dihadiri penggugat (Keuchik Plu Pakam/Kuasa Hukum), pihak tergugat I (Gampong Blang Pante), tergugat II (Pemkab Aceh Utara), tergugat III dari Balai Wilayah Sungai Sumatera-I, dan tergugat IV dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). Juga disaksikan Muspika Kecamatan Tanah Luas dan Paya Bakong.

Humas Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon, Aceh Utara, Bob Rosman, mengatakan, dari kedua masing-masing pihak sudah menyampaikan penjelasannya berkaitan sebatas hanya objek perkara yang sedang disengketakan tersebut. Namun, untuk selanjutnya pembuktian majelis hakim memberikan kesempatan kepada masing-masing pihak, untuk menghadirkan bukti-bukti surat atau saksi-saksi dalam persidangan selanjutnya. Di mana dalam dalilnya nanti antara kedua belah pihak diadakan di Gedung Pangadilan Lhoksukon.

“Pelaksanaan sidang ini merupakan perkara perdata Nomor 6/Pdt.P/2020 melakukan pemeriksaan lapangan, untuk mengetahui objek perkara yang sedang disengketakan oleh pihak penggugat maupun tergugat,”
kata Bob Rosman, kepada para wartawan, di lokasi lahan sengketa kawasan Waduk Krueng Keureuto, Selasa.

Namun, menurut Rosman, dalam sidang di lapangan tersebut bahwa pihaknya tidak mengambil gambaran atau arah dari persidangan itu ke mana. Hanya ingin mengetahui objek perkara itu ada atau tidak, fiktif atau tidak. Jangan nanti didalilkan ternyata objek perkaranya tidak ada.

Rosman menambahkan, pihaknya sudah melihat yang ditunjukkan oleh masing-masing pihak bahwa objek perkaranya yang mana menurut mereka. Jadi, hanya sebatas itu.

Kuasa Hukum Tergugat I Gampong Blang Pante, Paya Bakong, Zul Azmi Abdullah, menjelaskan batas dari wilayah atau objek yang disengketakan, dalam kesempatan itu pihaknya menyampaikan kepada majelis hakim bahwa wilayah Utara berbatas dengan Kecamatan Tanah Luas, dan Selatan wilayah Gampong Blang Pante, Paya Bakong, berbatasan dengan Mener Meriah. Sedangkan arah Barat berbatas dengan Kecamatan Meurah Mulia dan Timur dengan Kecamatan Pirak Timu, dan objek yang disengketakan itu juga termasuk antara Krueng Keureuto.

“Untuk luas lahan secara keseluruhan dari batas-batas tersebut yang masuk wilayah Gampong Blang Pante, Paya Bakong, itu kurang lebih 420 hektare. Pada intinya bahwa kita tetap berpedoman dari peta topdam dan titik koordinat tersebut yang telah ditentukan sebelumnya,” Azmi Abdullah.

Akan tetapi, kata Azmi, pada sidang selanjutnya nanti pihaknya juga akan menambahkan beberapa bukti maupun saksi yang belum dihadirkan. Artinya, di mana ada yang masih kurang tentunya akan dihadirkan dalam persidangan lanjutan.

Kuasa Hukum Gampong Plu Pakam, Kecamatan Tanah Luas, Syukri, mengungkapkan
batas-batas wilayah Plu Pakam
yakni sebelah Timur batasnya dengan Krueng Keureuto, wilayah Barat dengan Gampong Buket Makarti, arah Selatan berbatasan Kabupaten Bener Meriah, bagian Utara dengan Gampong Teumpok Aceh. Pihaknya sudah menyampaikan dalam persidangan setempat itu
bahwa objek sengketa dan letak Gampong Plu Pakam itu jelas.

Menurut Syukri, batas wilayah itu pihaknya berpegang berdasarkan SK Bupati Aceh Utara Nomor 592: tanggal 16 Januari 2020, yang diadakan pengadaan tanah oleh pihak BPN. Kemudian ditindak lanjuti surat keputusan Kepala BPN Aceh Utara, bahwa lokasi yang akan dibebaskan adalah Gampong Plu Pakam untuk kepentingan waduk Krueng Keureuto.

“Kita juga telah menunjukkan objek yang disengketakan dalam perkara. Tapi dalam sidang itu kita tidak membicarakan masalah tapal batas, di mana objek yang akan diadakan pengadaan tanah untuk kepentingan pembangunan waduk Kreung Keureuto, yang dilakukan oleh tim inventarisasi dan identifikasi BPN Aceh Utara. Itu merupakan objeknya jelas yaitu wilayah Gampong Plu Pakam yang luasnya sekitar 294 hektare,” kata Syukri.

Oleh karena itu, lanjut Syukri,
pada agenda sidang selanjutnya pihaknya akan membawakan saksi fakta untuk membuktikan bahwasanya yang akan dibebaskan adalah Plu Pakam. Tujuan adalah guna memberikan keterangan itu masuk wilayah Plu Pakam, dan bukan Blang Pante.

Majelis hakim akan menggelar sidang lanjutan di Kantor Pengadilan Negeri Lhoksukon pada 14 September 2020 mendatang, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan oleh penggugat. (Iva)