DAERAH

Pedagang dan SMUR Demo Kantor Walikota

Wartadetik.com, Lhokseumawe – Solidaritas Mahasiswa untuk Rakyat (SMUR) dan  masyarakat yang tergabung dakan Solidaritas Pedagang Bersatu (SPB) melakukan demo di depan Kantor Wali Kota Lhokseumawe, Senin (16/9).

Aksi yang dikawal langsung oleh aparat keamanan Polres Lhokseumawe dan Satuan Polisi Pamong Praja itu berawal dari penggusuran paksa oleh pihak Satuan Polisi Pamong Praja pada Jumat (30/8) di Pasar Inpres Kota Lhokseumawe.

Koordinator aksi, Dedi Ismatullah mendesak Pemerintah Kota Lhokseumawe supaya memberhentikan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) kota setempat.

“Bermula dari Penggusuran lapak pedagang yang dilakukan secara tiba-tiba dan tanpa adanya sosialisasi. Selain itu, pedagang di pasar tersebut juga harus berhadapan dengan oknum premanisme yang seringkali meresahkan pedagang,” katanya.

Sambungnya,  surat yang dikeluarkan oleh Kepala Disperindagkop Lhokseumawe dengan nomor 510/1035/2019 tidak sesuai dengan apa yang diharapkan pedagang , dalam surat tersebut kebijakan yang dikeluarkan  cenderung menyudutkan pedagang Pasar Inpres.

Dalam poin surat tersebut pedagang diminta untuk memindahkan, mengosongkan dan membongkar bangunan tersebut. Yang artinya, bahwa pemerintah hari ini tidak hadir untuk memberikan solusi mengatasi permasalahan di Pasar Inpres.

“Kami pedagang dan mahasiswa mengecam dan mengutuk Pemerintah Kota Lhokseumawe serta Kepala Dinas Perindagkop melalui oknum premanisme yang melakukan tindakan represifitas terhadap pedagang di Pasar Inpres Lhokseumawe.

Oleh karena itu kami meminta kepada Wali Kota Lhokseumawe untuk memberhentikan Kadisperindagkop Lhokseumawe karena tidak hadir untuk memberikan solusi. Meminta Kapolres Lhokseumawe untuk memeriksa Kepala Dinas tersebut,” ungkapnya.

Pihaknya juga Meminta juga kepada DPRK Lhokseumawe untuk membuat tim pansus agar menyelidiki indikasi korupsi retribusi.

“Serta apabila tuntutan kami tidak terpenuhi, maka kami pedagang akan melakukan aksi mogok berjualan,” pungkasnya.

Sementara itu Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Yusuf Muhammad Menyangkut dengan kutipan liat yang dilakukan oleh preman, pihak Kepolisian juga akan meninjau langsung ke lokasi. Selain itu, pihaknya juga akan musyawarah kembali dengan pedagang untuk mencari solusi yang tepat.

“Menyangkut dengan penggusuran dan pemindahan lokasi tidak akan dilakukan sebelum rapat bersama pedagang dilakukan. Setelah rapat dan mendapatkan solusi baru akan dilaksanakan bagaimana baiknya,” jelasnya. (AA)